Minggu, 24 Januari 2021
11 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Lifestyle / Efek Corona, Sidang Isbat Tahun Ini Digelar Berbeda
Foto dok. Freepik
Sehubungan kondisi pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia, sidang isbat akan digelar dengan skema berbeda.

Sharianews.com, Jakarta - Sehubungan kondisi pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia, sidang isbat akan digelar dengan skema berbeda. Pihaknya akan memanfaatkan sarana teleconference dalam sidang isbat tahun ini. Sidang isbat awal Ramadan 1441H/2020M akan digelar pada Kamis, 23 April 2020.

Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan seiring kebijakan physical distancing dan sesuai protokol kesehatan, Kementerian Agama (Kemenag) menghindari ada kerumunan. Sidang isbat akan memanfaatkan teknologi teleconference sehingga peserta dan media tidak perlu hadir di Kemenag.

"Masyarakat dapat menyaksikan proses isbat nanti melalui live streaming laman resmi dan media sosial Kemenag," jelasnya menegaskan dalam keterangan resminya.

Ia memaparkan sidang isbat akan dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama, paparan posisi hilal awal Ramadan 1441H oleh anggota Tim Falakiyah Kemenag Cecep Nurwendaya. Paparan ini akan disiarkan secara live streaming melalui situs web dan media sosial Kemenag.

"Masyarakat dan media bisa mengikuti melalui room meeting online yang nanti akan dibagikan. Tentu kuotanya juga terbatas," tutur Kamaruddin.

Setelah Magrib, sidang isbat digelar secara tertutup. Sidang ini hanya dihadiri secara fisik oleh perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), DPR, serta Menteri Agama Fachrul Razi, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, dan Dirjen Bimas Islam.

Sidang diawali dengan pembacaan laporan olah Direktur Urusan Agama Islam tentang hasil rukyatul hilal dari seluruh Indonesia. Para tokoh ormas yang diundang, bisa mengikuti dan berdialog dalam proses sidang ini melalui meeting room online yang akan akan dibagikan tautan, ID, dan kata sandinya.

"Setelah mendengar laporan dan masukan dari ormas, Menag akan menetapkan awal Ramadan 1441H," jelas Kamaruddin.

Hasil sidang isbat, lanjut Kamaruddin akan diumumkan secara terbuka oleh Menteri Agama melalui telekonferensi pers. Sehingga, media tidak perlu hadir di kantor Kementerian Agama. "Publik bisa mengikutinya melalui live streaming web dan medsos Kemenag," pungkas Kamaruddin.

Rep. Aldiansyah Nurrahman