Jumat, 22 Maret 2019
16 Rajab 1440 H
x
FOTO I Dok. Jual Beli Tegal
Tahun 2018 Harbolnas diikuti lebih dari 300 e-commerce, seperti Lazada, Shopee, Blibli, Elevenia, Zalora, serta didukung Bank Mandiri dan Midtrans sebagai official sponsor, CIMB Niaga, ShopBack, Jaringan Prima, IMX, PopBox, dan JET sebagai official partner.

Sharianews.com, Jakarta ~ Transaksi belanja online di Indonesia semakin besar. Hal ini dilihat dari tahun ke tahun semakin meningkat. Terbukti saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2018 mencapai nilai transaksi hingga Rp 6,8 triliun atau meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Selain itu, momen tersebut akan didedikasikan penuh untuk meningkatkan penjualan produk lokal dari para pelaku UMKM yang tersebar di lebih dari 300 platform e-commerce di Indonesia.

Hal ini diungkapkan, Ketua Panitia Harbolnas 2018 Indra Yonathan yang juga Country Head of ShopBack Indonesia mengatakan, untuk pertama kalinya sejak 2012, Harbolnas tahun ini mendapat dukungan penuh dari tiga kementerian dan idEA.

"Pelaksanaan Harbolnas tahun ini mendapat dukungan dari pemerintah melalui tiga kementerian, yakni Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, serta Asosiasi e-Commerce Indonesia," ungkap Indra.

Indra menambahkan, Harbolnas tahun ini mencapai target yaitu angka transaksi Rp 6,8 triliun. Ini menandakan peminat e-commerce semakin hari semakin meningkat.

”Harbolnas tahun ini mengangkat tema Belanja untuk Bangsa untuk meningkatkan nilai produk lokal di platform e-commerce. Kami para pelaku e-commerce ingin merangkul para produsen produk lokal untuk bisa merasakan kemeriahan Harbolnas tahun ini,” ujar Yonathan di Jakarta.

Indra menambahkan, pihaknya juga ingin mendorong semangat gotong royong, baik dari pelaku e-commerce, produsen lokal, serta rakyat Indonesia, untuk membangkitkan nilai produk lokal dengan membeli dan menggunakannya. Dengan Belanja untuk Bangsa, secara tidak langsung masyarakat juga ikut serta membantu perekonomian Indonesia.

Sementara itu, Ketua idEA Ignatius Untung mengharapkan, 2019 bisa lebih memberikan nilai tambah pada industri digital nasional saat ini. Harbolnas merupakan salah satu inisiasi positif pelaku e-commerce untuk meningkatkan gairah industri e-commerce di Indonesia.

Ditambah lagi tahun ini para pelaku e-commerce bersama-sama merangkul produsen lokal untuk masuk dan merasakan manfaat pasar digital ini.

”Tentu kami berharap pesta belanja tahunan ini dapat berjalan lancar dan lepas dari segala kecurangan-kecurangan guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar e-commerce tanah air,” kata Ignatius.

Dengan pertumbuhan e-commerce Tanah Air yang luar biasa dan saat ini menduduki posisi tiga besar investasi di Indonesia, setelah industri tambang minyak dan gas (riset yang dilakukan Google, AT Kearney & Amvesindo pada 2017), maka harus dibarengi juga dengan perhatian pada perlindungan konsumen.

Hal tersebut telah jelas sebagai bagian dalam peta jalan pengembangan e-commerce yang telah dikeluarkan pemerintah.

Untuk itu, idEA secara aktif bersama pemerintah terus berupaya memikirkan konsumen dengan beragam aturan perlindungan dan juga menguntungkan.

Tahun 2018 Harbolnas diikuti lebih dari 300 e-commerce, seperti Lazada, Shopee, Blibli, Elevenia, Zalora, serta didukung Bank Mandiri dan Midtrans sebagai official sponsor, CIMB Niaga, ShopBack, Jaringan Prima, IMX, PopBox, dan JET sebagai official partner.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyambut baik meningkatnya e-commerce di Indonesia yang berfokus pada semangat gotong royong dalam meningkatkan nilai produk lokal di era perdagangan digital.

”Belanjalah melalui online, belanjalah produk-produk dalam negeri, produk-produk karya anak bangsa. Bangga kita menjadi Bangsa Indonesia, bangga kita mempergunakan produk dalam negeri. Tapi tetap harus hati-hati dalam berbelanja online,” kata Lukita. (*)

Reporter: Munir Abdillah Editor: Achi Hartoyo