Selasa, 23 April 2019
18 Sha‘ban 1440 H
"Ini adalah terobosan yang menarik dan ikhtiar yang perlu diapresiasi dalam rangka mengenalkan dan menyosialisasikan zakat terutama di kalangan milenial," papar Hamid.

Sharianews.com, Jakarta ~ Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mensupport dan mengadopsi pelaksanaan Sustainabld Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di Indonesia dan di berbagai negara.

Seperti yang dikatakan oleh Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta, komitmen dari Baznas terhadap pelaksanaan SDGs dimulai pada tahun 2016.

"Kami memulai dari komitmen baznas dan seluruh stakeholder di seluruh Indonesia dan kami membuat kesepakatan yang dibuat oleh pemerintah Indonesia di Newyork pada tahun 2016," ujar Arifin ketika ditemui dalam acara peluncuran film Baznas Iman di Atas Pangkuan sang Fakir”, Rabu (6/2).

Ditambahkan Arifin, harapan dari kesepakatan tersebut ialah lembaga-lembaga kemanusiaan seperti Baznas dapat mendukung pelaksanaan SDGs di Indonesia.

"Dalam konteks Baznas sejak komitmen itu kami selalu mengaitkan seluruh aktifitas pendistribusian dan penghimpunan di Baznas dengan pointer-pointer yang sudah ditetapkan oleh SDGs," sambung Arifin.

Lebih lanjut dikatakan Arifin, poverty adalah poin pertama dari poin SDGs dan Baznas sebagai sebuah lembaga yang berfokus kepada isu kemiskinan juga menyasar ke sana.

"Saya kira dana yang disampaikan oleh publik berupa zakat itu menyasar kepada salah satu asnaf di antaranya adalah fakir miskin," ujar Arifin.

Seperti yang dikerjakan baru-baru ini, film Iman di Atas Pangkuan sang Fakir buatan Baznas yang bekerja sama dengan Serikat Buruh Migran Wonosobo (SBMW) mengungkapkan realitas dalam memahami kemiskinan.

"Ini adalah cara Baznas untuk mengajak memahami kemiskinan yang ada sedemikian rumitnya, sedemikian parahnya, kami mengajak masyarakat untuk peduli, dan tidak harus kaya untuk bisa berbagi dan pesan kepedulian ini memang sengaja disampaikan Baznas kepada publik untuk bisa diterima dan dimaknai agar bisa menjadi inspirasi kepedulian masyarakat kepada sesama," sambung Arifin.

Sementara sejalan dengan hal tersebut, Direktur Eksekutif Filantropi Indonesia, Hamid Abidin mengatakan tentang terobosan dari Baznas di era milenial.

"Ini adalah terobosan yang menarik dan ikhtiar yang perlu diapresiasi dalam rangka mengenalkan dan menyosialisasikan zakat terutama di kalangan milenial," papar Hamid.

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo