Minggu, 17 Oktober 2021
11 Rabi‘ al-awwal 1443 H
Home / Haji umrah / Dubes Arab Saudi Undang Putri Gus Dur Bicarakan Penyelenggaraan Haji
Fotto dok. Instagram/ Yenny Wahid
Undangan makan malam di rumah Dubes Arab Saudi

Sharianews.com, Jakarta - Pemerintah mengumumkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 H/2021 M dibatalkan atau tidak diselenggarakan. Beragam reaksi pun muncul dari masyarakat, diantaranya perihal kuota haji.

Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid menyampaikan belum lama ini mendapat undangan makan malam di rumah Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia Esam Abid Althagafi

“Kami berbincang tentang banyak hal, salah satunya tentang pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Dubes Esam mengatakan bahwa pemerintah Saudi memang belum membuat keputusan resmi soal kuota haji untuk warga non-Saudi termasuk diantaranya untuk jemaah Indonesia,” ujar putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, mengutip instagramnya, Sabtu (05/06).

Disampaikan Yenny, Esam menyatakan Indonesia menjadi negara prioritas haji mengingat baiknya hubungan antara dua negara. Namun, Indonesia sendiri tidak masuk dalam daftar 11 negara yang diperbolehkan masuk ke Saudi saat ini untuk urusan bisnis dan turisme.

“Memang pernah ada kasus jemaah umrah asal Indonesia yang ternyata ketahuan kena Covid-19 ketika berada di Saudi. Menteri Haji waktu itu, Saleh Benten sempat protes kecil ke saya soal ini,” ujarnya.

Pemerintah Saudi sendiri sangat berhati-hati dalam membuat kebijakan pelaksanaan haji dikala pandemi. Kuota jemaah dibatasi ketat. Jemaah usia rentan diatas 60 tahun diperkirakan tidak dizinkan masuk, ritual haji pun dibatasi hanya 100 orang per kegiatan, sehingga pasti terjadi antrian panjang. Lalu semua kegiatan harus mendaftar lewat aplikasi online Tawakalna.

Selain itu, para jemaah harus "rebutan slot" untuk bisa masuk ke masjid untuk salat pada waktu-waktu tertentu agar tidak terjadi kerumunan massa. Terlebih ritual beribadah juga dibatasi ketat, maka akan sulit berlama-lama berzikir sesudah salat di Masjidil Haram, para petugas akan langsung meminta jemaah bangun karena lantai akan dibersihkan.

“Artinya, haji tahun ini mungkin tidak senyaman berhaji diwaktu normal. Jadi ,ketika pemerintah Indonesia memutuskan untuk tidak ada pelaksanaan haji tahun ini, saya bisa memahami. Semoga Allah memberi umur panjang agar bisa berhaji ketika pandemi sudah berhasil diatasi. Amin,” pungkas Yenny.

Rep. Aldiansyah Nurrahman