Selasa, 23 April 2019
18 Sha‘ban 1440 H
Rancangan pengembangan kawasa EZDubai. Foto|logupdateafrica
EZDubai akan berlokasi di selatan Emirat dekat dengan kawasan pengembanga industri dan perumahan dan bandara kedua Dubai, Al Maktoum International.

Sharianews, Jakarta ~ Perusahaan pengembang milik pemerintah Dubai (Dubai South) menyatakan akan membangun sebuah kawasan perdagangan bebas e-commerce senilai lebih dari dua miliar dirham atau sekitar 545 juta dolar, dengan yang menawarkan kepemilikan asing hingga 100 persen, demikian dilansir Salaamgateaway.

Kepemilikan asing hingga 100 persen ini berbeda dengan kebiasaan di Dubai maupun Uni Emirat Arab pada (UEA) umumnya yang hanya mengizinkan kepemilikan asing sebesar 49 persen, sedangkan sisanya dikuasai oleh perusahaan lokal.

Zona perdagangan bebas itu nanti berukuran 920.000 meter persegi dan disebut dengan EZDubai.

Proyek ini bertujuan menarik perusahaan e-commerce, logistik dan industri terkait lainnya.

Perusahaan pengembang itu mengatakan bahwa  konstruksi diharapkan akan dimulai pada 2019.

Dubai sudah menjadi markas perusahaan e-commerce terbesar di kawasan itu, Souq.com, yang dibeli oleh Amazon pada 2017.

Dubai juga merupakan rumah bagi noon.com, sebuah situs belanja online yang didirikan oleh miliarder Dubai Mohammed Alabbar

Dubai South bermaksud menginvestasikan dua miliar dirham selama empat tahun di zona itu, meskipun batas waktu untuk pengeluaran uang tunai akan tergantung pada permintaan, ujar kepala distrik logistik Dubai Selatan, Mohsen Ahmad.

Ahmad mengatakan, dana yang rencananya akan digunakan oleh Dubai South berasal dari dari bank dan lembaga lain. Dana akan  digunakan untuk membangun infrastruktur, kantor, dan gudang.

EZDubai akan berlokasi di selatan Emirat dekat dengan kawasan pengembangan industri dan perumahan dan bandara kedua Dubai, Al Maktoum International.

nazarudin