Minggu, 28 November 2021
23 Rabi‘ at-akhir 1443 H
Home / Keuangan / Dua Sebab Turunnya Aset Perbankan Syariah
Foto: Dok. Annualreport.id
Sebelumnya meningkat, aset perbankan syariah kini mulai turun. Apa yang terjadi?  

Sebelumnya meningkat, aset perbankan syariah kini mulai turun. Apa yang terjadi?  

Sharianews.com. Jakarta - Jumlah aset perbankan syariah mengalami penurunan pada April 2018, berdasarkan laporan keuangan Otortitas Jasa Keuangan (OJK). Sebelumnya, Januari-Maret 2018 mengalami pertumbuhan jumlah aset.  

General Manager Card Business Divison Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah, Endang Rosawati mengatakan, penyebab turunnya hal itu lantaran dua sebab. Pertama, penarikan dana operasional haji oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

“Sekarang jamaah haji sudah mulai berangkat ke tanah suci. Dananya dipakai untuk operasional haji. Diperkirakan jumlahnya hampir Rp 2 triliun. Separuhnya diambil BPKH,” jelasnya kepada Sharianews.com di Jakarta (19/7/).

Endang menambahkan, total ada 25 ribuan jamaah haji Indonesia. Adapun yang melalui BNI Syariah 7 ribu jamaah.

“Komposisi dana haji yang ditarik sepadat dengan jumlah yang berangkat dari bank penerima setoran biaya penyelenggaran ibadah haji,” ujarnya.

Penyebab kedua, lanjutnya, penjualan aset bermasalah untuk menurunkan rasio kredit macet Bank Muamalat.

“Secara industri, sesama bank syariah, kami berharap, Bank Muamalat bisa tetap survive dan kokoh,” harap Endang.

BNI Syariah Tetap Tumbuh

Endang mengakui, pertumbuhan aset BNI Syariah cukup bagus. Mengalami kenaikan dari Januari ke April 2018. Asetnya bertumbuh 31,1 persen, dan dari segi industri pertumbuhannya 16,9 persen.

“Ini menunjukkan pertumbuhan yang sehat. Coverage kita juga lebih tinggi dari industri. Kredit macet juga terjaga. Jadi fundamentalnya bagus,” paparnya.

Menurut laporan OJK 2018, dari Januari aset bank umum syariah terus meningkat hingga Maret. Dari sebesar Rp 285,397 triliun pada Januari, tumbuh menjadi RP 289.487 triliun pada Februari, dan terus meningkat pada Maret Rp 294,267 triliun. April mengalami penurunan. Hanya berjumlah Rp 292,289 triliun

Kantor cabang bank syariah juga hampir mengalami hal sama. Pada Januari berjumlah 469 kantor cabang, pada Februari meningkat menjadi 470. Lalu mulai turun pada Maret dan April dari 468 menjadi 467 kantor cabang. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman. Editor: A.Rifki.