Minggu, 7 Juni 2020
16 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / DSN-MUI Berencana Tetapkan Fatwa Baru terkait Sukuk Wakalah
Ketua Bidang Edukasi, Sosialisasi dan Literasi DSN-MUI Institute, Azzharuddin Lathif mangatakan, dalam waktu dekat, diperkirakan Mei 2019 pleno penetapan fatwa akan dilakukan.

Sharianews.com, Jakarta ~ Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) berencana akan melakukan penetapan fatwa terkait sukuk atau obligasi syariah yaitu sukuk wakalah yang saat ini tengah disiapkan.

Ketua Bidang Edukasi, Sosialisasi dan Literasi DSN-MUI Institute, Azzharuddin Lathif mangatakan, dalam waktu dekat, diperkirakan Mei 2019 pleno penetapan fatwa akan dilakukan.

Beberapa fatwa yang akan ditetapkan adalah fatwa wakalah bi al-Istismar, wakalah untuk investasi dan wakalah yang digunakan sebagai instrumen sukuk syariah.

“Mudah-mudahan Mei 2019 atau paling lambat nanti Juni 2019, setelah lebaran akan dilakukan penetapan atau pleno penetapan fatwa terkait fatwa pasar modal,” jelasnya menegaskan, di Jakarta, Senin (1/4).

Azzharuddin mengungkapkan, banyak fatwa yang menuggu untuk diselesaikan oleh DSN-MUI. Namun, dalam waktu dekat ini fatwa sukuk wakalah yang akan menjadi prioritas.

Secara keseluruhan, pada 2019 ini DSN-MUI berencana menerbitkan sekitar lima hingga tujuh fatwa terkait pasar modal syariah. Selain fatwa sukuk wakalah, DSN-MUI juga menyiapkan fatwa terkait asset-based dengan asset-backed sukuk.

“Itu juga perlu kita kaji karena banyak akademisi yang mempersoalkan model-model yang seperti itu,” ujar Azzharuddin.

Lebih lanjut, Azzharuddin mengharapkan dukungan dari semua pihak, terkait penerbitan fatwa-fatwa DSN-MUI. Selain itu, DSN-MUI sudah memiliki konsep untuk terus mengawal agar penerapan fatwa tersebut sesuai syariah, dan hal tersebut akan dilakukan secara bertahap.

Azzharuddin juga mengungkapkan, terkait penerapan prinsip-prinsip syariah di lapangan yang belum bisa dilakukan seratus persen, dirinya berpesan agar hal tersebut hendaknya tetap dimulai. Demikian seperti yang diungkapkan oleh Ketua Bidang Edukasi, Sosialisasi dan Literasi DSN-MUI Institute tersebut. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo