Sabtu, 19 Januari 2019
13 Jumada al-ula 1440 H
Penandatangan kerja sama dilakukan antara Murniati dan Direktur BIBF Ahmed A. Hameed A. Ghani A-Shaikh pada 2 Januari 2018 di Manama, Bahrain.

Sharianews.com, Jakarta ~ Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya insani (SDI) ekonomi syariah, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia baru-baru ini menjalin kerjasama dengan Bahrain Institute of Banking and Finance (BIBF).

Dalam kerja sama yang terjalin ini, kedua perguruan tinggi tersebut dapat menjalankan program bersama di daerah masing-masing, yakni Bogor, Indonesia dan Manama, Bahrain. 

Ketua STEI Tazkia, Murniati Mukhlisin mengatakan bahwa kerjasama dengan Bahrain sebagai negara Gulf Cooperation Council ini sangat strategis di mana keuangan syariah tumbuh pesat.

Menurut Global Islamic Finance Report (GIFR) 2018, Bahrain sendiri menduduki peringkat sepuluh besar bersama-sama dengan negara teluk lainnya seperti Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Qatar dan Kuwait. Dari peringkat yang sama Indonesia menduduki posisi keenam pada tahun 2018 dengan jumlah aset senilai USD 81,8 juta.

“Dengan menambah wawasan global dan sertifikasi asal negara Teluk ini, alumni Kampus Tazkia dapat nantinya bersaing di level internasional,” jelas Murniati, dalam keterangnnya, Senin (7/1/2019)

Lebih lanjut, ia mengatakan kebutuhan SDI perbankan dan keuangan syariah masih tumbuh sesuai dengan proyeksi aset keuangan syariah global yang saat ini berjumlah lebih dari USD 2,4 triliun diharapkan tumbuh menjadi USD 3,8 triliun pada tahun 2022 mendatang.

Sementara First Secretary Economic Section/Head of Chancery KBRI Manama, Hardiyono Kurniawan mengatakan bahwa Bahrain adalah salah satu negara yang paling banyak mendukung perkembangan keuangan syariah.

Hal ini ditandai dengan telah didirikannya organisasi-organisasi arsitektur keuangan syariah seperti Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI), International Islamic Financial Market (IIFM), dan Council for Islamic Banks and Institutions (CIBAFI).

BIBF sendiri adalah lembaga di bawah Central Bank of Bahrain yang didirikan 38 tahun yang lalu. Lembaga ini menawarkan 400 lebih jenis sertifikasi dan program pelatihan untuk mahasiswa dan profesional yang fokus di lembaga perbankan dan keuangan. BIBF juga bekerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka yang menawarkan program Strata Satu (S1) dan Strata Dua (S2).

Penandatangan kerja sama dilakukan antara Murniati dan Direktur BIBF Ahmed A. Hameed A. Ghani A-Shaikh pada 2 Januari 2018 di Manama, Bahrain.

Turut dalam penandatanganan tersebut adalah Dr. Luqyan Tamanni, dosen dan peneliti STEI Tazkia yang saat ini sedang menjadi dosen terbang di BIBF, Alfatih Gessan Pananjung selaku Business Development Manager, Amal A. Talal Al Sorani Head of Marketing and Corporate Communication, dan Ahmad As’ad selaku Principal Lecturer Islamic Finance Centre.

Kerja sama tersebut turut disaksikan juga oleh Hardiyono dan Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Sutan Emir Hidayat. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo