Senin, 30 Maret 2020
06 Sha‘ban 1441 H
Home / Keuangan / Dorong Pembiayaan Bank Syariah, Ini Tiga Strategi yang Disiapkan dalam Meksi
FOTO I Dok. pexels.com
Nilai transaksi umat Muslim diproyeksikan akan terus tumbuh mencapai 17 persen Compound Annual Growth Rate atau atau CAGR menjadi 277 milyar dolar AS atau Rp4.016 triliun pada 2020.

Sharianews.com, Tahun 2018 lalu, pemerintah telah merilis Indonesia Islamic Economic Masterplan 2019 – 2024. Indonesia, negara dengan jumlah penduduk mencapai 260 juta jiwa lebih, menjadi negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia.

Umat Muslim Indonesia adalah konsumen strategis bagi dunia. Nilai transaksi yang dikeluarkan umat Muslim mencapai 107 milyar dolar AS (Rp 1.522 triliun) pada tahun 2014. Nilai tersebut diproyeksikan akan terus tumbuh mencapai 17 persen Compound Annual Growth Rate atau atau CAGR menjadi 277 milyar dolar AS atau Rp4.016 triliun pada 2020.

Nilai yang besar tersebut disumbang oleh generasi milenial dan produktif yang mempunyai potensi besar di berbagai industri halal. Mayoritas dari mereka melek teknologi dan memanfaatkannya dalam segala bidang. Termasuk dalam mengakses jasa layanan perbankan, sehingga dalam upaya pengembangan sektor perbankan syariah tidak melupakan peran teknologi.

Perbankan syariah sendiri merupakan subsektor industri keuangan syariah yang berfungsi menghimpun dana, menyalurkan pembiayaan, dan memberikan pelayanan jasa perbankan kepada nasabahnya. Pemerintah melalui KNEKS telah mencanangkan beragam strategi guna mendukung penguatan pembiayaan perbankan syariah yang tercantum dalam Indonesia Islamic Economic Masterplan 2019 – 2024.  

Dalam pelaksanaannya, industri perbankan syariah mengacu pada prinsip-prinsip syariah yang diatur dan diawasi oleh beberapa lembaga dan tim. Antara lain Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang terdapat pada internal perusahaan.

Guna mendukung pertumbuhan pembiayaan bank syariah di tanah air, berikut ini tiga strategi yang telah disiapkan dalam Indonesia Islamic Economic Masterplan 2019 – 2024. Upaya tersebut dilakukan dalam rangka mendorong percepatan pengembangan industri perbankan syariah di Indonesia, berikut kontribusinya terhadap perekonomian.

Pemerintah memberikan stimulus terhadap BUMN/BUMD syariah

Di antaranya dengan membuat database pembiayaan BUMN/ BUMD, terutama yang terkait dengan industri halal. Memberikan pembiayaan kepada BUMN/ BUMD yang berhubungan dengan industri halal dan sejalan dengan program pembiayaan sektor hulu-hilir bank syariah terkait di tingkat nasional dan daerah.

Menambah jumlah BUS, UUS, dan BPRS yang terdaftar menjadi Lembaga Penyalur KUR Syariah

Strategi ini dilakukan dengan mempersiapkan ketersediaan fasilitas pusat dan daerah yang disyaratkan untuk menjadi bank penyalur KUR syariah. Termasuk  tahap pengajuan BUS, UUS, dan BPRS sebagai lembaga penyalur KUR Syariah daan memberikan pembiayaan terhadap UMKM yang sejalan dengan penguatan industri halal nasional dan daerah.

Selain itu, BUS, UUS, dan BPRS yang telah memenuhi persyaratan sebagai penyalur KUR Syariah, dapat berkontribusi dalam meningkatkan penyaluran KUR Syariah dan menjadi opsi utama pembiayaan UMKM industri halal.

Melakukan perluasan pembiayaan syariah produktif sektor corporate dan long term (infrastructure)

Pemerintah juga melakukan perumusan kerangka insentif perluasan pembiayaan produktif sektor corporate dan long term (infrastructure), dan memetakan sektor corporate dan long term (infrastructure) yang sejalan dengan pengembangan industri halal

Selanjutnya adalah tahap implementasi perluasan pembiayaan produktif bank syariah pada sektor corporate dan long term (infrastructure). (*)

 

 

 

 

 

 

Achi Hartoyo