Rabu, 20 Januari 2021
07 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Keuangan / Dorong Literasi Ekonomi Syariah, KNEKS Selenggarakan Workshop untuk Jurnalis
Berita yang dibuat jurnalis terkait ekonomi syariah bisa meningkatkan literasi ekonomi syariah dengan baik.

Sharianews.com, Jakarta - Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menyelenggarakan workshop “Ekonomi Syariah untuk Jurnalis” dalam rangka turut meningkatkan literasi dan pemahaman masyarakat Indonesia mengenai ekonomi dan keuangan syariah melalui para jurnalis.

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS Sutan Emir Hidayat mengatakan acara ini merupakan strategi untuk meliterasi jurnalis prihal ekonomi syariah. Dengan begitu, nantinya berita yang dibuat jurnalis terkait ekonomi syariah bisa meningkatkan literasi ekonomi syariah dengan baik.

“Insyaallah berita yang dibuat jurnalis akan dipahami dengan baik secara keseluruhan dan tujuan akhir acara ini adalah meningkatkan literasi ekonomi syariah di Indonesia,” jelasnya menegaskan, via virtual, Rabu (25/11).

Emir mengakui, saat ini permasalahan literasi masih menjadi pekerjaan rumah.  Berdasarkan data Bank Indonesia, indeks literasi ekonomi syariah nasional tahun 2019 baru mencapai 16,3 persen. Artinya, bisa dikatakan dari 100 orang, hanya 16 orang yang memahami dengan baik konsep dan prinsip ekonomi syariah.

Dicanangkan tahun 2021, literasi ekonomi syariah akan mencapai 25 persen. Untuk itu, Emir menyampaikan, diperlukan bantuan jurnalis untuk mencapai target literasi tersebut.

Workshop “Ekonomi Syariah untuk Jurnalis” ini diselenggarakan selama tiga hari, mulai 25-27 November 2020 dengan materi-materi seputar ekonomi syariah yang berbeda-beda setiap harinya.

Dikesempatan yang sama, Ketua Jurnalis Ekonomi Syariah Kristopo mengungkapkan rasa syukurnnya atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, acara ini sangat bermanfaat untuk para jurnalis.

Lebih lanjut Kristopo juga memberikan materi terkait ekonomi syariah. Ia mengatakan perekonomian berbasis hukum Islam pada dasarnya telah diperkenalkan sejak zaman Rasulullah dan para sahabat. Dilarangnya pengenaan riba, maisir, gharar, dzolim dan haram menjadi syarat-syarat yang mendasar pelaksanaan ekonomi Islam.

“Ekonomi syariah diartikan sebagai sistem ekonomi yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam (syariah) yang mencakup seluruh sektor perekonomian yang ada, baik keuangan maupun sektor riil, serta harus memberikan manfaat yang merata dan berkelanjutan bagi setiap elemen dalam perekonomian,” tutur Kristopo.

Rep. Aldiansyah Nurrahman