Sabtu, 19 Oktober 2019
20 Ṣafar 1441 H
Home / Keuangan / Dorong Literasi Asuransi Syariah, MES Gelar Batch II
MES melihat perkembangan industri keuangan syariah yang tumbuh positif sampai tahun 2018. Tercermin dari pertumbuhan aset Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) syariah termasuk di dalamnya industri asuransi syariah.

Sharianews.com, Jakarta ~ Masyarakat Ekonomi Syariah berupaya meningkatkan literasi asuransi syariah dengan menggelar nama Roadshow Asuransi Syariah batch II bekerja sama dengan Pengurus Wilayah MES Bengkulu dan Prudential Indonesia.

MES melihat perkembangan industri keuangan syariah yang tumbuh positif sampai tahun 2018. Tercermin dari pertumbuhan aset Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) syariah termasuk di dalamnya industri asuransi syariah.

Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa pangsa pasar asuransi syariah dari sisi aset telah mencapai 14,99 persen dari total keseluruhan pangsa asuransi di Indonesia. Namun, tingkat literasi dan inklusi asuransi syariah baru sebesar 2,51 persen dan 1,92 persen.

Maka diperlukan adanya upaya lebih masif untuk melakukan sosialisasi dan edukasi tentang asuransi syariah kepada masyarakat. Melihat hal tersebut, maka MES mebuat acara Roadshow Asuransi Syariah batch II ini.

Acara yang berlangsung di Aula Bappeda. Bengkulu, Rabu (26/5) ini, dihadiri kurang lebih 216 peserta yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat seperti industri keuangan, praktisi, akademisi, ibu rumah tangga, karyawan, pengusaha dan lain sebagainya.

Secara resmi, acara dibuka oleh Kepala OJK Provinsi Bengkulu Yusri. Ia mengatakan kiprah MES dalam pengembangan ekonomi Syariah sangat nyata.

“Hadirnya MES di 78 kabupaten/kota sebagai salah satu usaha riil MES dalam menyosialisasikan ekonomi syariah. MES Bengkulu sendiri sudah ada sejak tahun 2013 dan selalu berpartisipasi aktif dalam pengembangan ekonomi syariah di Bengkulu," ucap pria yang juga menjabat Ketua Umum PW MES Bengkulu ini dalam sambutannya.

Hadir sebagai narasumber dalam roadshow ini, Pengurus Pusat MES Cholil Nafis, Direktorat IKNB Syariah OJK Alis Subiyantoro, dan Firmandani Hamdani dari Prudential Indonesia. Acara talkshow dipandu oleh Rozi Ilmiawan selaku praktisi keuangan Syariah.

Tingkat literasi dan inklusi asuransi syariah yang masih rendah di Indonesia tidak lepas dari kurangnya pemahaman konsep asuransi syariah itu sendiri, di mana sebagian masyarakat masih memperdebatkan mengenai kehalalan asuransi syariah.

“Kita bicara asuransi adalah takaful, saling menjaga dan saling melindungi. Oleh karena itu benar atau tidaknya sebuah asuransi tergantung pada akadnya. Tak ada keraguan hukum asuransi adalah halal” kata Cholil

Kehalalan asuransi syariah yang diperkuat dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) NO : 21/DSN-MUI/X/2001, didalamnya menyebutkan bahwa hukum asuransi adalah halal manakala mengikuti akad-akad yang telah digariskan oleh fatwa DSN-MUI.

MES berharapkan setelah acara ini berlangsung masyarakat memahami mengenai konsep asuransi syariah secara komprehensif dari sudut pandang regulator, ahli dan praktisi di bidang asuransi syariah, serta meningkatnya tingkat inklusi dan literasi keuangan syariah di Indonesia. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo