Selasa, 19 November 2019
22 Rabi‘ al-awwal 1441 H
Home / Ekbis / Dorong Ekonomi Syariah, AASI Gelar Ajang Penghargaan Pertama untuk Tenaga Pemasar Terbaik
AASI saat menggelar preskon SICA 2019. Foto/dok.romy
SICA 2019 menjadi insiatif yang dihadirkan asosiasi bersama anggota yang bertujuan meningkatkan pemahaman asuransi syariah.

Sharianews.com, Jakarta ~ Asoaiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) turut mendukung upaya pemerintah untuk mendorong perekonomian syariah nasional, salah satunya dengan menggelar perdana ajang penghargaan kepada para tenaga pemasar asuransi syanah terbaik di Indonesia, yakni Sharia Insurance Convention 8 Award (SICA) 2019.

Ketua AASI, Ahmad Sya’roni menjelaskan, SICA 2019 menjadi insiatif yang dihadirkan asosiasi bersama anggota yang bertujuan meningkatkan pemahaman asuransi syariah dan mulai menjadikan budaya syariah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari saat ini dan masa mendatang.

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi untuk para tenaga pemasar asuransi syariah karena melalui merekalah industri asuransi syariah menjadi lebih dikenal dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Tak hanya bicara mengenai produk dan Iayanan saja. tetapi yang paling penting adalah tenaga pemasar juga menjadi ujung tombak bagi asosiasi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di tanah air.” jelasnya saat press conference bersama media di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Kamis (7/11).

Dari data yang dihimpun AASI, jumlah tenaga pemasar asuransi syariah tercatat sebanyak 323.767 orang per Oktober 2019 di mana dari data tersebut, seluruh tenaga pemasar asuransi syariah telah tersertikasi. AASI pun terus menggenjot tenaga pemasar untuk melakukan sertifikasi agar menjadi tenaga pemasar yang handal, kredibel, dan terpercaya.

Kemudian, Sya’roni juga menyorot pertumbuhan perekonomian syariah yang cukup signifikan di Indonesia. Salah satu faktor pendukungnya adalah peningkatan demografi dan tren hijrah yang terus berkembang saat ini. Faktor tersebut juga memengaruhi peningkatan kinerja asuransi syariah.

Hingga September 2019, industri asuransi syariah menunjukkan pertumbuhan dibandingkan dengan periode yang sama sebelumnya dengan kenaikan aset sebesar 6.21 persen yang mencapai Rp44.4 triliun. Dan sisi kontribusi pun mencatatkan kenaikan sebesar 8.2 persen atau Rp11,7 triliun.

Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun Ialu sebesar Rp10.8 triliun, pertumbuhan tersebut juga diikuti oleh nilai klaim yang meningkat sebesar 43.64 persen menjadi Rp7.3 triliun di periode tahun ini.

“AASI akan terus bekerja sama dengan para stakeholders untuk mendorong kinerja asuransi syariah yang kami yakini dapat menjadi pilihan perencanaan keuangan masyarakat Indonesia dan menjawab kemungkinan risiko yang terjadi di masa depan. Dan yang paling penting, selain berinvestasi, asuransi syariah bisa menjadi fasilitas untuk masyarakat saling tolong-menolong karena sesuai dengan prinsip Islam,” tutup Sya’roni. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo