Kamis, 24 September 2020
07 Ṣafar 1442 H
Home / Keuangan / Dorong Digitaliasasi Keuangan Syariah Lewat QRIS
Foto dok. Pexels
QRIS dapat digunakan untuk mendorong digitalisasi UMKM, digitalisasi ekonomi keuangan syariah, dan digitalisasi ekonomi sosial syariah

Sharianews.com, Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat, khususnya kalangan civitas akademika melakukan adaptasi digitalisasi keuangan syariah melalui Quick Response Indonesian Standard (QRIS).

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung berdampak terhadap kehidupan masyarakat, diantaranya digitalisasi yang terjadi secara cepat termasuk di bidang ekonomi dan keuangan, sehingga diperlukan adaptasi terhadap digitalisasi yang terjadi.

Merespon hal tersebut, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan BI telah meluncurkan lima visi sistem pembayaran Indonesia (SPI) 2025 guna mendukung percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan digital.

“Implementasi digitalisasi ekonomi dan keuangan digital telah masuk hampir ke seluruh sendi kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satu inovasi yang dilakukan oleh BI adalah melalui QRIS,” jelasnya menegaskan, dalam kegiatan BI Mengajar yang diselenggarakan di Universitas Darusallam Gontor, Jawa Timur, Rabu (5/8).

QRIS dapat digunakan untuk mendorong digitalisasi UMKM, digitalisasi ekonomi keuangan syariah, dan digitalisasi ekonomi sosial syariah seperti dalam bentuk penyaluran zakat, wakaf dan infaq/shadaqah. Hal ini memudahkan masyarakat untuk tetap dapat bertransaksi maupun berdonasi secara aman, cepat, dan efisien terutama di tengah pandemi Covid-19.

Kegiatan BI Mengajar 2020 yang mengangkat tema“Peran Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dalam Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan untuk Indonesia Maju” berlangsung mulai 1 hingga 15 Agustus 2020 dan diselenggarakan sebagai wujud dukungan nyata Bank Indonesia dalam peningkatan literasi ekonomi dan kebanksentralan, sekaligus menjadi bagian rangkaian kegiatan Peringatan HUT RI ke – 75 dan HUT BI ke-67 yang bertema “Sinergi membangun BI Digital dan Indonesia Maju”.

BI Mengajar dilaksanakan di 67 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah kerja BI, baik di Kantor Pusat maupun di Kantor Perwakilan Dalam dan Luar Negeri, dan menghadirkan Dewan Gubernur serta jajaran pimpinan BI sebagai narasumber.

Adapun yang menjadi target pembelajaran kegiatan BI Mengajar adalah civitas akademika perguruan tinggi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan literasi masyarakat terkait peran dan tugas BI, khususnya dalam menghadapi era digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya di tengah pandemic Covid-19.

Rep. Aldiansyah Nurrahman