Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
FOTO/Fok.DompetDhuafa
Dompet Dhuafa Riau bekerja sama dengan koordinator wilayah (korwil) pendidikan setempat untuk mengadakan kegiatan mendongeng di Kecamatan Seberida dan Kecamatan Batang Gansal, Provinsi Riau.

Sharianews.com, Riau ~ Kegiatan edukasi dalam mengembangkan daya motorik anak, bisa dilakukan dengan berbagai cara dan kegiatan.

Salah satu di antaranya adalah melalui kegiatan mendongeng, yang saat ini sudah jarang dilakukan oleh anak-anak.

Selama dua hari, mulai dari tanggal 06-07April 2019, Dompet Dhuafa Riau bekerja sama dengan koordinator wilayah (korwil) pendidikan setempat untuk mengadakan kegiatan mendongeng di Kecamatan Seberida dan Kecamatan Batang Gansal, Provinsi Riau. Senin (8/4)

“Mendongeng ini merupakan kegiatan sangat edukatif untuk pertumbuhan anak. Selain itu, juga mengajarkan anak untuk belajar merasakan, melalui kalimat yang keluar dari setiap ucapan pendongeng tersebut. Selain itu, kami juga menggalang dana untuk membantu sekolah di Palestina melalui program Dompet Dhuafa.” Ucap Ali Bastomi pimpinan cabang Dompet Dhuafa Riau

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Dompet Dhuafa memberikan apresiasi kepada pemerintah di kecamatan Seberida dan Rengat sebagai Gerakan Edukasi Dongeng Anak Indonesia.

Kegiatan dongeng mengambil tema “Membangun Sikap Empati Anak Melalui Dongeng“. Melalui kegiatan ini, panitia memberikan edukasi kepada anak tentang sikap tolong menolong. Sebagai implementasi, anak-anak diajak turut serta mendukung program pembangunan sekolah di Palestina yang merupakan program Dompet Dhuafa.

Melalui acara tersebut, terkumpul donasi sebesar Rp39.603.000. Kegiatan mendongeng dilaksanakan di lapangan Kantor Camat Seberida, sedangkan di Kecamatan Rengat, kegiatan dilaksanakan di Danau Raja sekaligus memeriahkan kegiatan Car Free Day.

Melalui kegiatan ini, anak-anak diberikan edukasi tentang nilai-nilai dan sikap empati terhadap sesama.

Dompet Dhuafa mengajak masyarakat Indonesia, untuk turut berpartisipasi dalam program mengatasi krisis pendidikan bagi anak-anak Palestina, khususnya di Ras Al Mood, Yerusalem. Pembangunan meliputi pembelian gedung dan lahan, biaya renovasi, pembelian perabot, pengadaan fasilitas pendukung, serta biaya operasional lainnya, untuk menghidupkan kembali pendidikan di sana. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo