Kamis, 27 Juni 2019
24 Shawwal 1440 H
Home / Haji umrah / Dirjen PHU Urai Kelebihan Sistem Zonasi
FOTO I Dok. LaunchGood
Salah satu inovasi haji tahun ini adalah sistem zonasi dalam penempatan jemaah haji di Makkah. Jemaah haji selama berada di Makkah akan ditempatkan di hotel-hotel dalam satu wilayah (zona) berdasarkan daerah asal mereka.

Sharianews.com, Solo ~ Saat membuka kegiatan pembekalan petugas haji yang menyertai jemaah di embarkasi Solo, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar menjelaskan kelebihan inovasi baru penyelenggaraan haji tahun 2019.

Salah satu inovasi haji tahun ini adalah sistem zonasi dalam penempatan jemaah haji di Makkah. Jemaah haji selama berada di Makkah akan ditempatkan di hotel-hotel dalam satu wilayah (zona) berdasarkan daerah asal mereka.

"Kelebihan zonasi: manajemen jemaah lebih mudah, dan mempermudah pemilihan menu sesuai daerah asal mereka. Konsumsi cita rasa kedaerahan akan disediakan pada hari-hari tertentu," kata Nizar di Asrama Haji Donohudan Boyolali.

Selain menjelaskan tentang sistem zonasi dan konsumsi, Direktur Jenderal PHU juga mengungkapkan inovasi layanan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

"Saat layanan Armuzna, tenda Arafah akan menggunakan AC, karena tahun lalu masih menggunakan kipas angin," tutur Nizar.

Selain pemasangan AC di tenda Mina, ada pula tambahan layanan Armuzna. Seperti penambahan toilet urinoir di Mina, penomoran tenda di Arafah dan Mina tidak boleh ditempel identitas KBIH.

Selain itu, Nizar juga menekankan bahwa pemerintah berupaya melakukan lobi ke Arab Saudi untuk menambah embarkasi haji yang dapat melayani pre separture clerance. Kebijakan ini juga sukses di tahun 2018 dengan fasilitas fast track bagi jemaah haji setiba di bandara Arab Saudi.

"Tahun ini ditambah embarkasi Surabaya sebagai jemaah yang akan mendapatkan jalur fast track. Usulan embarkasi lain sedang diupayakan agar manfaat fast track dirasakan lebih banyak jemaah haji," imbuhnya.

Inovasi berikutnya berupa layanan akomodasi di Madinah. Sebelumnya pola sewa hotel di Madinah masih menggunakan gabungan full musim dan blocking time.

"Kita upayakan hotel di Madinah full musim. Bahkan tahun lalu banyak yang mengatakan layanan jemaah haji reguler rasa haji khusus karena banyak menggunakan hotel bintang 5 selama di Madinah dan hotelnya sangat dekat masjid Nabawi," pungkasnya. 

Reporter: Romy Editor: Achi Hartoyo

Tags: