Jumat, 13 Desember 2019
16 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Ekbis / Dikenang Sekjen ICMI, lni Talenta dan Kehebatan Habibie
Dengan talenta yang begitu banyak, Prof B.J Habibie meninggalkan banyak warisan pemikiran yang hebat.

Sharianews.com,  Presiden ke-3 RI, Prof B.J Habibie telah berpulang. Jutaan rakyat lndonesia merasa kehilangan sosok seorang cendekiawan yang diakui dunia.

Dengan talenta yang begitu banyak, Prof B.J Habibie meninggalkan banyak warisan pemikiran yang hebat. Misalnya, Habibie menjadi pendiri berbagai lembaga keuangan syariah yang kini menjamur di berbagai daerah di Indonesia.

Sekretaris Jendral Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Moh Jafar Hafsah mengatakan, filosofi yang masih ditanamkan dari pemikiran seorang B.J Habibie itu adalah 5K.

"5K tersebut adalah, kualitas bekerja, kualitas berpikir, kualitas berkarya, kualitas iman dan takwa (imtak) dan kualitas kehidupan. Apabila dijalankan dengan baik, maka 5K itu akan berdampak positif bagi Indonesia," ucap Jafar kepada sharianews melalui sambungan telepon, Jumat (13/9).

Lebih lanjut dikatakan Jafar, B.J Habibie sebagai penggagas ICMI dan menjabat ketua di awal periode, telah menanamkan nilai-nilai luhur yang harus dilanjutkan oleh penerusnya.

"ICMI seperti yang diinginkan oleh Pak Habibie, selalu berada independen tidak berada pada pemerintah tapi memberikan dukungan kepada pemerintah, kemudian melakukan implementasi kegiatan atau pemikiran untuk kemajuan umat," ucap Jafar.

Habibie adalah putra terbaik bangsa. Seorang tokoh yang kharismatik, multi talenta, seorang akademisi, ilmuwan, profesional, hingga teknokrat. Satu hal yang menarik adalah Habibie mampu menggabungkan antara iptek dan imtek, antara dunia dan akhirat.

"Sosoknya juga hangat dan demokrasi," terang Jafar.

Jafar menceritakan bagaimana pada saat B.J Habibie menjadi ketua ICMI pertama dan semua orang pun kaget. Dalam pikiran masyarakat, organisasi keagamaan bukanlah sesuatu bidang yang mainstream apabila dipegang seorang ilmuwan.

"Tapi dengan lahirnya ICMI dan dideklarasikan oleh pak Habibie, menjadikan umat Islam itu merasa maju dan tidak terpinggirkan, dan Pak Habibie juga dapat menggabungkan agama dengan satu ke cendikiawanan, keislaman dan keindonesian," tutup Jafar. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo