Minggu, 1 November 2020
16 Rabi‘ al-awwal 1442 H
Home / Keuangan / Digitaliasi Adalah Kunci Perbankan Syariah
Foto dok. Sharianews
Satu kuncian yang saat ini menjadi semakin penting adalah digitalisasi perbankan syariah

Sharianews.com, Jakarta - Tercatat indeks literasi bank syariah sebesar 8,11 persen, sedangkan indeks inklusi sebesar 11,06 persen. Sementara itu, indeks literasi bank nasional sebesar 29,66 persen, sedangkan indeks inklusi 67,82 persen.

Di sisi lain, pangsa pasar perbankan syariah terus menunjukkan peningkatan, yakni dari sebesar 5,78 persen pada 2017 menjadi 6,18 persen pada Juni 2020.

Karena itu, menurut Direktur Utama Mandiri Syariah Toni Eko Boy Subari, peningkatan literasi perbankan syariah menjadi tantangan bagi PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) di masa pandemi ini. Peningkatan literasi ini diharapkan akan berbanding lurus dengan inklusi perbankan syariah ke depannya.

Ia mengatakan perbankan syariah di Indonesia saat ini terus berkembang dan menunjukkan pertumbuhan. Hal ini tercermin dari persentase pertumbuhan perbankan syariah, baik dari aset, pembiayaan, maupun Dana Pihak Ketiga, lebih tinggi dari perbankan konvensional maupun perbankan nasional.

“Satu kuncian yang saat ini menjadi semakin penting adalah digitalisasi perbankan syariah. Kondisi pandemi Covid-19 menjadi momentum untuk berinovasi sekaligus mengoptimalkan teknologi digital. Apalagi saat ini, platform perbankan digital menjadi channel utama untuk nasabah bertransaksi sehari-hari,” jelasnya menegaskan, di Jakarta, Jumat (25/9).

Usia perbankan syariah masih relatif muda dan memiliki potensi yang sangat besar mengingat Indonesia memiliki penduduk muslim yang sangat besar.

Untuk itu penguatan sumber daya manusia, penguatan kemampuan untuk menarik investasi atau modal di pasar, penguatan teknologi sebagi core banking dan tentu saja literasi yang lebih mendalam ke pasar dibutuhkan.

Toni menyampaikan Mandiri Syariah telah membuktikan bahwa digitalisasi dan fokus customer-centric bisa menopang kinerja, terlebih pada saat pandemi Covid19 yang tengah berlangsung.

Mandiri Syariah terus menjalankan proses digitalisasi produk dengan fokus kepada customer- centric untuk memenuhi kebutuhan nasabah terlebih di tengah situasi pandemi Covid 19.

“Kami gencar melakukan transformasi layanan digital dan mengimplementasikan dalam aplikasi Mandiri Syariah Mobile, Net Banking maupun layanan digital branch,” Direktur IT, Operations dan Digital Banking Mandiri Syariah Achmad Syafii.

Syafii mengatakan fokus Mandiri Syariah adalah memberikan solusi dan kemudahan bagi nasabah. Layanan seperti buka rekening daring, tarik tunai tanpa kartu ATM, layanan interaktif virtual Aisyah.

Rep. Aldiansyah Nurrahman