Sabtu, 25 Mei 2019
21 Ramadan 1440 H
Home / Ekbis / Dicari: Fintek Pasar Modal Syariah
FOTO I Dok. validnews.id
Saat ini industri fintek kebanyakan hanya dalam bentuk peer to peer lending dan crowdfunding.

Sharianews.com, Jakarta ~Kepala Divisi Pasar Modal Syariah, Irwan Abdalloh menyampaikan,  tahun ini sedang mencari fintek di bidang pasar modal syariah.

"Kita lagi mencari fintek yang bergerak di pasar modal syariah, saat ini masih belum ada, kita juga mau mendesain bentuknya kayak gimana sih, apakah hanya talkshow atau workshop, jadi kita lagi mendesain bagaimana caranya menggandeng para startup ini tertarik untuk mengembangkan fintek pasar modal syariah," ungkap Irwan di acara bangkitkan pasar modal syariah melalui zakat & donasi saham, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (6/4).

Dirinya menambahkan, saat ini industri fintek kebanyakan hanya dalam bentuk peer to peer lending dan crowdfunding.

"Kalau fintek yang lain kebanyakan hanya nyalurin dana, mau bentuknya crowdfunding kek, tapi itu peer to peer, ada duit masuk kita pinjemin, kebanyakan seperti itu," imbuh Irwan.

Menurut Irwan, saat ini perusahaan fintek berbasis syariah yang teregister oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih sedikit, untuk itu, Irwan berkeinginan mencari startup-startup yang  berkonsentrasi di pasar modal syariah.

"Nah, itu yang kita mau coba tahun ini, sejalan dengan waktu OJK juga sedang concern ke filantropi dan fintek, coba aja dengerin ketua OJK ngomonginnya fintek terus, kan?" urai Irwan.

Menurut penerbit buku pasar modal syariah ini, fintek retail sebetulnya sudah ada, tinggal  bagaimana tambahan tools-nya yang saat ini sedang proses penjajakan.

Ditambahkan Irwan, fintek sendiri untuk investor sangat beguna karena dapat mempercepat proses pembuatan akunnya.

"Sekarang coba bayangin, misal saya udah pengen banget buka rekening, jadi investor, sementara saya tinggal di, let say, Lebak Serang, itu susah banget mas, sementara saat ini kan harus ada buku, tanda tangan basah, harus cetak, itu lama prosesnya, bolak balik ke jakarta," imbuh Irwan lagi.

Saat ini, peraturan OJK sudah dibuat lebih simpel yakni dengan menyederhanakan proses pembuatan rekening. Untuk itu, ke depannya fintek sangat membantu.

"Jadi bayangkan, saya mau buka akun tidak usah datang ke Jakarta, cukup pakai aplikasi itu, kemudian si aplikasi menjadi wakil investor cukup kontak ke sekuritas menyeselesaikan persyaratannya dan langung jadi," ujarnya.

Irwan juga mencontohkan mengenai fintek syariah nanti yaitu bisa memilih beragam produk. "Jadi jangan terikat ke satu AB, kayak market place, banyak macam, tapi hanya bisa milih yang syariah tok, atau saya bisa beli saham syariah lewat mana, itu yang kebayang," sambungnya.

"Karena saya yakin banget kalau ada itu, bisa mempercepat, karena hambatan sekarang, itu adalah pas buka akun, lama banget, semakin jauh dari Jakarta, semakin lama," ujar Irwan.

"Di Jakarta aja paling cepat 3-4 hari untuk akunnya jadi, di Papua bisa 2 bulan bolak balik, tuh. Nah, mumpung momennya tepat sekarang dibolehkan secara regulasi makanya kita cari ada yang mau kita bantu kembangkan bisnisnya, bursa bantuin modelnya kok," tutup Irwan. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo