Jumat, 14 Agustus 2020
25 Thu al-Hijjah 1441 H
Home / Keuangan / Di Tengah Wabah Corona, SR012 Terjual Hingga Rp12,14 triliun
FOTO I Dok. Pexels
Sukuk Negara Ritel seri SR012 ini menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased.

Sharianews.com, Jakarta ~ Di tengah wabah virus corona (Covid-19), SR012 sukses menjadi primadona investor. Total volume pemesanan pembelian SR012 yang telah ditetapkan adalah sebesar Rp12,14 triliun. Jumlah tersebut di atas target yang dipatok pemerintah sebesar Rp8 triliun.

Setelah berakhirnya masa penawaran dari tanggal 24 Februari hingga 18 Maret 2020, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) atas nama menteri keuangan menetapkan hasil penjualan Sukuk Ritel seri SR012.

“Sukuk Negara Ritel seri SR012 ini menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased, dengan menggunakan Barang Milik Negara (BMN) dan Proyek APBN tahun 2020 sebagai underlying assets,” jelas DJPPR dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/3).

Penjualan SR012 menjangkau 23.952 investor di seluruh provinsi di Indonesia. Sukuk Ritel seri SR012 merupakan Sukuk Ritel pertama kali dijual secara online.

Faktor positif yang mempengaruhi keberhasilan penjualan antara lain penurunan BI 7DRR, minat investor terhadap SBSN yang tinggi, strategi pemasaran yang tepat dan intensif, serta kupon yang masih cukup kompetitif.

Rata-rata volume pemesanan SR012 sebesar Rp506,96 juta dengan tingkat keritelan yang lebih baik dibandingkan SR011(Rp602,96 juta). Generasi Z (di bawah 19 tahun) yang berinvestasi pada SR012 sebanyak 88 investor (Rp3,56 miliar) dengan rata-rata pembelian generasi Z sebesar Rp487 juta.

Profesi wiraswasta mendominasi pemesanan dari sisi jumlah investor sebanyak 7.532 investor (31,45 persen) dan dari sisi volume sebesar Rp5,57 triliun (45,89 persen). Proporsi jumlah investor profesi PNS/TNI/Polri pada SR012 (7,30 persen) sedikit meningkat dibandingkan pada SR011 (5,19 persen) dan ORI016 (6,27 persen)

Wilayah Indonesia Bagian Barat (selain DKI Jakarta) mendominasi pemesanan dari sisi volume investor sebanyak 14.056 investor (58,69 persen) dan dari sisi total volume sebesar Rp6,51 triliun (53,61 persen).

Proporsi volume pemesanan Wilayah Indonesia Tengah SR012 (10,16 persen) sedikit meningkat dibandingkan SR011 (7,55 persen) dan ORI016 (8,03 persen). Demikian juga proporsi jumlah investor Wilayah Indonesia Tengah SR012 (9,20 persen) sedikit meningkat dibandingkan SR011 (8,18 persen) dan ORI016 (7,95 persen).

Investor milenial merupakan investor terbanyak pada SR012 yaitu 8.136 investor (33,97 persen). Sementara, investor baru SR012 sebanyak 9.743 investor (40,68 persen) didominasi oleh generasi Milenial sebesar 3.856 investor (39,58 persen).

Terdapat 933 investor yang membeli pada nominal Rp1 juta. Investor yang setia membeli SBSN online sebanyak 154 investor. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo