Sabtu, 8 Agustus 2020
19 Thu al-Hijjah 1441 H
Home / Lifestyle / Di Kawasan Penularan Covid-19 Tinggi, MUI: Salat Iduladha di Rumah
Foto dok. BNPB
Hindari kerumunan yang punya potensi untuk terjadinya penularan

Sharianews.com, Jakarta - Umat muslim diimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan demi menjaga keselamatan bersama dari Covid-19, dalam memperingati dan menunaikan ibadah pada Hari Raya Iduladha 1441 H.

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Ni'am Sholeh mengatakan hindari kerumunan yang punya potensi untuk terjadinya penularan.

“Apalagi tidak disiplin menggunakan masker, menjaga jarak yang bisa menjadi masalah dalam hal kesehatan dan juga keselamatan,” tegas Asrorun saat konferensi pers Media Center di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (28/7).

Mulai dari pelaksanaan salat Iduladha, Asrorun menghimbau masyarakat untuk tetap menyesuaikan kondisi faktual di kawasannya. Dalam hal ini penting bagi masyarakat untuk mengetahui risiko penularan di wilayahnya.

“Ketika kita berada di suatu kawasan yang sudah mulai terkendali, maka pelaksanaan salat Iduladha dapat dilaksanakan di masjid secara berjamaah. Tetapi harus tetap istikamah menjalankan protokol kesehatan, memakai masker, kemudian wudu dari rumah, membawa sajadah sendiri, menjaga jarak,” tutur Asrorun.

Lain halnya jika kawasan tempat tinggal termasuk pada kategori penularan tinggi, Asrorun menghimbau masyarakat sebaiknya melaksanakan salat Iduladha tetap di rumah.

Di samping itu, saat akan melaksanakan shalat Idul Adha, masyarakat harus memastikan kodisi kesehatan diri terlebih dahulu agar tidak membahayakan diri dan orang lain.

“Kemudian juga memastikan kondisi kesehatan kita tetap fit. Ketika kita melihat bahwa diri kita sedang sakit, atau memiliki penyakit bawaan, maka sebaiknya tetap salat di rumah saja,” tambah Asrorun.

Rep. Aldiansyah Nurrahman