Senin, 1 Juni 2020
10 Shawwal 1441 H
Home / Ziswaf / Dengan Nazir yang Andal dan Kreatif, Wakaf Bisa Produktif
FOTO I Dok. twocircles.net
Dengan nazir yang andal, tanah wakaf dapat diberdayakan dan masalah persertifikatannya pun tidak akan terkendala.

Sharianews.com, Bekasi ~ Guna menjadikan wakaf lebih produktif dan dapat diberdayakan, hal pertama yang harus diperhatikan adalah keandalan dan kreatifitas nazir. Dengan nazir yang andal, tanah wakaf dapat diberdayakan dan masalah persertifikatannya pun tidak akan terkendala.

Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Muhammadiyah Amin pada kegiatan pertemuan forum percepatan persertifikatan tanah wakaf, beberapa waktu lalu.

Selama ini posisi nazir hanya sebatas pihak yang menerima harta benda wakaf dari wakif untuk dikelola dan dikembangkan sesuai peruntukkannya.

Sebagian besar nazir masih memiliki pemikiran yang tradisional dan kurang kreatif. Untuk itulah diperlukan peran Kemenag dalam melakukan pembinaan kepada nazir.

“Banyak problem lainnya, salah satunya adalah nazir yang hanya sebagai kerja sambilan, jangan, nazir harus melepaskan pemikiran dan paradigma lama, serta berpikir kreatif.” larangnya.

“Saya sangat berharap suatu saat bukan bunyi bangunan ini adalah tanah wakaf pada papanisasi, namun telah berubah menjadi diatas tanah wakaf ini akan dibangun rumah/minimarket bagi yang berminat hubungi nomor 081......,” demikian Muhammadiyah Amin mencontohkan salah satu bentuk perubahan paradigma dalam pengelolaan wakaf.

Senada dengan Muhammadiyah Amin, Sekretaris Direktorat Jenderal Bimas Islam, H Tarmizi mengatakan, potensi tanah wakaf di Indonesia untuk dijadikan wakaf produktif memiliki nilai ekonomi yang cukup besar.

Hal ini, kata Tarmizi, tentu saja memerlukan kreatifitas dan keandalan nazir yang mengelolanya. Sebagai contoh lahan seluas tiga hektar yang tidak pernah kering oleh air ini kemudian ditanami talas. Tanaman talas ini dapat tumbuh dengan baik dan setiap tahunnya menghasilkan 30 ton talas.

“Tidak hanya itu, tanah sekitarnya milik warga pun pada akhirnya ikut menanam talas dan menghasilkan dari segi ekonominya. Hal ini tentu saja terjadi karena kreatifitas nazirnya,” ujar Tarmizi.

Banyak contoh lain dalam upaya pemanfaatan tanah wakaf produktif seperti ruang rawat inap VIP di Jawa Timur dan pembangunan Rusunawa di Bojonegoro Jawa Timur. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo