Selasa, 23 April 2019
18 Sha‘ban 1440 H
FOTO I Dok. winnetnews
Selama hidupnya Rasulullah hanya mengalami dua kali sakit saja, yaitu ketika diracun oleh perempuan Yahudi dan ketika menjelang wafatnya, atau bisa dikatakan sakitnya tersebut bukan karena pola hidup yang tidak sesuai.

Sharianews.com, Jakarta ~ Daya tahan tubuh seseorang bergantung pada pola hidup yang dijalaninya. Ilmuwan nutrisi Dr. Matthew Lantz Blaylock, PhD, menjelaskan bahwa daya tahan tubuh memiliki tiga fungsi utama. Pertama, melindungi tubuh dari patogen seperti bakteri, virus, dan lainnya. Kedua, membersihkan sel rusak yang tidak sehat  dari tubuh. Kemudian menjaga tubuh dari partikel asing seperti debu dan polusi yang jumlahnya sangat banyak di perkotaan.

"Sistem daya tahan tubuh ini terbangun dari dua aspek, yaitu genetik dan adaptif. Aspek genetik ini berkontribusi sebanyak 20-30 persen saja dalam membentuk sistem daya tahan tubuh. Sementara 70-80 persennya merupakan dari aspek adaptif," lanjut Matthew di Airbone Jakarta, beberapa waktu lalu. Dengan ini ia menyatakan bahwa dari pola hidup menentukan daya tahan tubuh manusia.

Berkaitan dengan pola hidup, sebagai umat muslim dapat merujuk pada Rasulullah SAW. Di mana segala aspek kehidupannya dapat dijadikan teladan. Terutama dalam pola hidup sehat, selama hidupnya Rasulullah hanya mengalami dua kali sakit saja, yaitu ketika diracun oleh perempuan Yahudi dan ketika menjelang wafatnya, atau bisa dikatakan sakitnya tersebut bukan karena pola hidup yang tidak sesuai.

Di antara, pola hidup atau gaya hidup yang dijalani Rasulullah SAW. adalah sebagai berikut:

Pertama, setiap pagi hari Rasulullah selalu menjaga kesehatan mulut dan gigi dengan bersiwak. Menjaga organ tubuh tersebut sama halnya menjaga konsumsi makanan, karena bila mulut dan gigi sakit maka proses konsumsi makanan juga akan terganggu.

Kedua, setiap pagi pula selalu membuka sarapan dengan segelas air dingin dicampur dengan sesendok madu asli. Al-Qur'an menjelaskan bahwa madu merupakan syifaa atau penyembuh (obat). Dalam ilmu kesehatan juga mengatakan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.

Melansir dari Riwayat Ibnu Abi 'Umar, dari Sufyan, dari Ma'mar, dari Zuhairi, dari 'Urwah, yang bersumber dari Aisyah r.a , "Minuman yang paling disukai Rasulullah SAW adalah minuman manis yang dingin."

Ketiga, dalam waktu dhuha (pagi menjelang siang), beliau senantiasa mengkonsumsi tujuh butir kurma ajwa' (matang).

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun".

Hal tersebut terbukti ketika ada salah seorang perempuan Yahudi yang ingin membunuh Rasulullah dengan meracuni makanannya di perang khaibar. Racun yang tertelan Rasulullah kemudian dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung  dalam kurma. Berbeda dengan seorang sahabat , Bisyir Ibn Al Barat' yang juga memakannya dan akhirnya meninggal, tetapi Rasulullah SAW selamat dari racun tersebut.

Keempat, menu Rasulullah SAW yang biasanya ketika menjelang sore hari adalah cuka dan minyak zaitun beserta makanan pokok seperti roti. Manfaatnya antara lain mencegah lemah tulang, kepikunan hati tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan. Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun juga berfungsi mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.

"Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya. Sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi." (Riwayat Mahmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad az Zubair).

Kelima, di malam harinya , menu makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah selalu mengkonsumsi sana al makki dan sanut. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi membuatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.

Keenam, Rasulullah SAW tidak pernah tidur setelah makan malam, melainkan melakukan aktivitas lain terlebih dahulu agar makanan yang dikonsumsi masuk ke lambung dengan cepat dan baik sehingga dapat mudah dicerna. Selain itu, dengan shalat juga menjadi salah satu cara melancarkannya.

Ketujuh, selain makanan wajib yang dikonsumsi Rasulullah SAW, ada pula makanan kesukaan tetapi namun tidak rutin memakannya. Antara lain, tsarid yaitu campuran roti dan daging dengan kuah air masak. Kemudian buah yaqthin atau labu air, yang sudah terbukti dapat mencegah penyakit gula. Selain itu, buah anggur dan hilbah (susu) juga menjadi favorit Rasulullah.

Delapan, selain memperhatikan makanan sebagai bentuk penjagaan pola hidup, Rasulullah sering menyempatkan olahraga. Terkadang berolahraga sambil bermain dengan anak-anak dan cucu-cucunya bahkan pernah juga lomba lari dengan Aisyah r.a, isterinya. Selain itu, Rasulullah SAW, tidak menganjurkan umatnya untuk bergadang. Hal itu yang melatari beliau tidak menyukai berbincang-bincang dan makan sesudah waktu isya. Biasanya, beliau tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi. Sebanyak apapun aktivitas, istirahat yang cukup tetap sangat dibutuhkan oleh tubuh karena tidur merupakan hak bagi tubuh sendiri.

Melihat hal tersebut, ternyata pola makan Rasulullah SAW. sangat sesuai dengan irama biologi berupa siklus pencernaan tubuh manusia, yang biasa disebut pakar kesehatan sebagai circadian rhytme (irama biologis).(*)

Reporter: Fathia Editor: Achi Hartoyo