Selasa, 20 Agustus 2019
19 Thu al-Hijjah 1440 H
Home / Kamus / Definisi Dagang Menurut Konsep Syariah
FOTO | Dok.pedomanbengkulu.com
Definisi dagang atau tijarah menurut syariah ini sangat penting dipahami, karena merupakan transaksi utama Muamalah dalam menghadirkan nafkah.

Sharianews.com, Jakarta. Sepertinya sederhana, namun seringkali publik salah paham terhadap definisi dagang dan profesi pedagang. Di sebelah sana, ada yang kampanye resign (berhenti kerja) dari posisi pegawai agar bisa menjadi pengusaha atau pedagang.

Definisi dagang ini sangat penting dipahami karena dagang merupakan transaksi utama Muamalah dalam menghadirkan nafkah. Berikut ini uraian definisi dagang dan pedagang.

Pertama, mari kita cermati bahwa Alquran menyebut kata dagang dengan istilah tijarah. Alquran menyebut kata tijarah sebanyak 8 kali.

Tijarah disebut juga dengan transaksi motif profit, business oriented, transaksi mu'awadhat (transaksi yang lazim mengharapkan pertukaran atau pengembalian). Pelaku dagang disebut dengan tajir.

Sementara, Alquran menyebut kata bay (jual beli) sebanyak 6 kali. Alquran membedakan istilah dagang (tijarah) dengan istilah (jual beli).

Kedua, dagang (transaksi motif profit) dalam fikih, dibagi menjadi dua, yakni kongsi (syirkah) dan jual beli (bay'). Keduanya merupakan hal yang berbeda, namun sama-sama merupakan transaksi dagang. Oleh sebab itu, orang yang melakukan kongsi atau jual beli, keduanya sama-sama bisa disebut sebagai pedagang.

Ada rumus bahwa profit masuk akal hadir jika dan hanya jika melalui jual beli. Oleh sebab itu, dalam syirkah (kongsi) tidak boleh minta kepastian profit sampai transaksinya melalui jual beli terlebih dulu.

Ketiga, ada 3 objek dagang yakni ayn (aset alias barang), manfaat (manfaat barang yang disebut sewa serta manfaat perbuatan yang disebut jasa), harta ribawi (yang zaman now, harta ribawi paling populer adalah uang).

Ketika ada orang yang melakukan transaksi kongsi atau jual beli dengan objek dagang tersebut, maka ia disebut sebagai pedagang.

Hukum pertukaran

Keempat, dalam kongsi berlaku hukum percampuran, dalam jual beli berlaku hukum pertukaran. Dalam kongsi, antarpihak mencampurkan antarobjek dagang, misalnya uang dicampur dengan keahlian bisnis. Dalam jual beli, antarpihak menukarkan antarobjek dagang, misalnya uang ditukar dengan keahlian bisnis.

Kelima, berikut ini ada contoh-contoh transaksi dagang. Contoh ketika ada orang melakukan kongsi investasi, terjadi percampuran objek dagang berupa modal dan manfaat perbuatan atau keahlian usaha, maka terjadilah akad dagang jenis investasi. Pemodalnya disebut investor, pemilik jasa keahlian bisnis disebut pengusaha. Baik investor dan pengusaha, sama-sama disebut sebagai pedagang.

Contoh lain, ketika ada Nasabah Bank Syariah buka Deposito Syariah, maka berarti ia sedang berdagang dengan posisi sebagai investor. Begitu juga ketika ada Nasabah pembiayaan akad mudharabah, maka berarti ia sedang berdagang dengan posisi sebagai pengusaha.

Contoh dagang dalam akad jual beli, yakni ketika ada seseorang menukarkan uang dengan air mineral, maka terjadilah jual beli air mineral.

Contoh lain dalam akad jual beli adalah ketika terjadi pertukaran keahlian di bidang tertentu dengan uang (gaji). Skema ini terjadi pada pegawai sebuah perusahaan. Pegawai menjual keahlian, sementara perusahaan menukar keahlian pegawai dengan uang (gaji). Keduanya disebut pedagang. Pegawainya valid disebut pedagang, perusahaannya juga valid disebut berdagang.

Demikian uraian tentang definisi dagang dan pedagang. Dagang adalah semua transaksi berbasis kongsi maupun jual beli. Semua pelakunya disebut sebagai pedagang (tajir). Wallahu a'lam.

Oleh: Ustadz Ahmad Ifham Sholihin