Kamis, 21 Maret 2019
15 Rajab 1440 H
x
Milad IAEI ke 15, Manajemen Bisnis Syariah Pada Travel Haji dan Umrah. Foto/Dok.romy.sharianews.com
Darmin meminta pelaku ekonomi syariah menggunakan peluang tersebut untuk membangun industri syariah.

Sharianews.com, Jakarta ~ Menteri Koordinator Bidang Perkonomian Darmin Nasution menjelaskan, ekonomi syariah di Indonesia mempunyai pangsa pasar yang besar. Namun sayangnya, sektor riil belum bergerak baik.

"Kendalanya bukan di keuangan, supply side-nya tetapi demand side," papar Darmin di acara Milad ke-15 IAEI, Jakarta, Rabu (6/3).

Lebih lanjut, Darmin meminta pelaku ekonomi syariah menggunakan peluang tersebut untuk membangun industri syariah.

"Contohnya adalah memproduksi tas yang bisa digunakan oleh jemaah. Hal ini membantu mengurangi defisit transaksi berjalan alias current account deficit (CAD) dengan China," ujar Darmin.

Sebab, selama ini produk yang digunakan masih impor dari negara Tirai Bambu tersebut. Selain itu, juga bisa menarik jemaah haji dari Saudi Arabia untuk melakukan wisata halal ke Indonesia.

"Dengan demikian, perkembangan ekonomi syariah bisa membantu perekonomian nasional," sambung Darmin.

Apalagi, disebutkan Darmin, jumlah jemaah di Indonesia sangat besar.

"Nah, hari ini salah satu temanya, demand side yang mestinya sudah sangat panjang waktunya kita laksanakan," ujar Darmin.

Ia pun menyadari bahwa masih ada sejumlah masalah lain yang berasal dari agen-agen perjalanan umrah seperti kasus First Travel.

Namun, kata Darmin masalah panitia penyelenggara ibadah umrah ini sudah mulai dievaluasi oleh Kementerian Agama dari sisi perizinan.

"Pemerintah telah menyusun MoU, bersinergi dengan pihak terkait untuk mengatasi permasalahan PPIU, berupa pencegahan, pengawasan, dan penanganan permasalahan umrah," pungkas Darmin. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo