Selasa, 22 Oktober 2019
23 Ṣafar 1441 H
Home / Haji umrah / Dapur Katering Madinah Terkendala Keterbatasan Bahan Baku
FOTO I dok. Kemenag.go.id
Salah satunya adalah Dapur Andalus yang digunakan calon jamaah haji tahun ini untuk melayani konsumsi bagi 18.000 jemaah haji Indonesia di Madinah.

Sharianews.com, JakartaMenteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam tianjaun layanan haji turut memantau dapur katering untuk makanan calon jemaah haji 1440 H/2019M

Salah satunya adalah Dapur Andalus yang digunakan calon jamaah haji tahun ini untuk melayani konsumsi bagi 18.000 jemaah haji Indonesia di Madinah.

Dari 15 dapur yang dikontrak di Madinah, Andalus merupakan dapur yang terbesar kedua setelah Ahmadi.

Di Andalus, Menag berdialog dengan Maman, salah chef yang berasal dari Purwakarta, Jabar. Maman telah 10 tahun bekerja di dapur katering Madinah.

"Apakah ada kesulitan dalam pelayanan konsumsi kepada jemaah selama ini?" tanya Menag.

Maman menjawab setidaknya ada beberapa kendala yang dihadapi, misalnya: keterbatasan bahan baku, seperti ikan patin. Tahun lalu, kesulitan katering juga adalah masuk hotel bintang lima. Kesulitan lainnya, jika ada satu kloter yang jemaahnya terpecah di dua hotel, tentu membutuhkan tambahan tenaga dan peralatan.

Merespon hal tersebut, Menag meminta kepada Kantor Urusan Haji (KUH) agar ketentuan yang termaktub dalam kontrak disosialisasikan kepada petugas penyedia katering yang bekerja di lapangan.

"KUH harus menyosialisasikan aturan yang ada dikontrak sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan dan potensi kendala bisa diantisipasi sejak awal," tegasnya, seperti dikutip dari laman Kemenag. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo