Sabtu, 4 April 2020
11 Sha‘ban 1441 H
Home / Keuangan / Dampak Virus Corona, BCA Syariah Optimistis Bisa Tumbuh 10-15 Persen
Dampak negatif dari kondisi tersebut turut memengaruhi kinerja perbankan syariah, termasuk BCA Syariah.

Sharianews.com, Jakarta ~ Memasuki tahun 2020, kondisi ekonomi global semakin bergejolak. Merebaknya wabah virus corona di Tiongkok membuat ekonomi kian tertekan. Dampak negatif virus Corona diperkirakan membuat pertumbuhan ekonomi global terganggu.

Baca juga: 2019, Aset BCA Syariah Tumbuh 22,3 Persen

Efek negatif ini juga akan menekan perekonomian Indonesia, mengingat Tiongkok merupakan mitra ekonomi yang besar. Banyak industri dalam negeri bergantung pada China. Imbasnya, terjadi penurunan kinerja sektor pariwisata, perdagangan internasional, dan aliran investasi.

Dampak negatif dari kondisi tersebut turut memengaruhi kinerja perbankan syariah, termasuk BCA Syariah. Penyaluran pembiayaan di triwulan pertama tahun 2020 mengalami tantangan berat. Dengan kondisi tersebut, bank memperkirakan penyaluran pembiayaan di kuartal pertama tahun ini masih akan lambat.

Direktur Utama PT Bank BCA Syariah, John Kosasih memperkirakan penyaluran pembiayaan di kuartal satu akan melambat lebih dalam dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Secara siklus, ia menjelaskan penyaluran pembiayaan di awal tahun memang lambat dibanding kuartal akhir tahun sebelumnya.

“Namun, tahun ini perlambatannya akan lebih dalam karena tekanan ekonomi semakin berat. Di awal tahun kita sudah mengahadapi musibah banjir, ditambah lagi merebaknya wabah corona," katanya menegaskan, di Kantor BCA Syariah, Jakarta, Selasa (18/2).

Virus corona dinilai akan berdampak pada sektor industri pengolahan yang bergantung pada perdagangan ekspor impor. Pembiayaan BCA Syariah didominasi segmen komersial dari sektor perdagangan besar dan eceran, serta industri pengolahan. Sembari menunggu dua sektor itu pulih, BCA Syariah akan mendorong pembiayaan di sektor industri kerajinan, hasil bumi, dan juga sektor infrastruktur.

Dalam kesempatan itu, John menegaskan, BCA Syariah akan terus berupaya untuk mempertahankan pertumbuhan yang berkualitas secara berkesinambungan.

“Dengan komitmen untuk menjalankan fungsi intermediasi secara optimal dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, BCA Syariah optimis untuk dapat meraih pertumbuhan antara 10-15 persen di tahun 2020,” ujar John.

Sementara itu, pemerintah menyiasati virus Corona yang berdampak pada ekonomi dengan berbagai cara. Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Dirjen Bea Cukai Syarif Hidayat mengatakan, antisipasi virus corona di perbatasan seperti di Malaysia, Singapura untuk urusan ekspor-impor sudah berkoordinasi dengan instansi terkait.

Begitu pula koordinasi dengan Angkasa Pura baik di laut maupun udara, aparat penegak hukum, dan lain-lain terhadap barang-barang yang masuk. Sesuai aturan Kemendag, pelarangan hanya untuk hewan hidup yang berasal dari Tiongkok dan yang transit ke Tiongkok yang dilarang masuk ke Indonesia. Untuk barang-barang lain tidak ada.

Raden Kurleni Ukar atau Nike, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengatakan bahwa sektor pariwista adalah yang paling terdampak.

Kemenparekraf berkoordinasi dengan maskapai dan Kementerian Keuangan untuk memberi paket insentif yang tepat. Selain itu, Kemenparekraf juga mengimbau kepada seluruh Kementerian/Lembaga untuk melakukan perjalanan dinas di destinasi-destinasi wisata dan meminta media menggencarkan promosi destinasi dalam negeri.

"Untuk mengatasi potential loss, kami mencari strategi membuka pasar-pasar wisata baru. Pak Menteri sudah berkoordinasi dengan maskapai untuk membuka peluang mengisi slot China (Tiongkok) yang ditutup,” tutur Raden (13/2). (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo