Rabu, 20 Januari 2021
07 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Keuangan / Dampak Bank Syariah Indonesia ke Industri Tergantung dari Keseriusan Pemerintah
Membawa efek bola salju pada perkembangan industri keuangan syariah.

Sharianews.com, Jakarta - Kehadiran bank hasil penggabungan (merger) tiga bank syariah anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Bank BRIsyariah Tbk., PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri membuat Indonesia memiliki bank syariah bermodal dan beraset besar, yang dapat membawa efek bola salju pada perkembangan industri keuangan syariah.

Direktur Utama Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS) Yusuf Wibisono mengatakan dampak positif kehadiran bank yang nantinya bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk., itu terhadap perkembangan industri keuangan syariah akan tergantung dari keseriusan pemerintah memperbesar dan mengembangkan kapasitas bank ini ke depannya.

Karena itu, Yusuf berharap agar pemerintah serius terus mendukung keberadaan Bank Syariah Indonesia sehingga nantinya dapat masuk dalam kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) IV, atau kelompok bank-bank bermodal inti terbesar.

“Misal, tanpa tambahan injeksi modal, modal Bank Syariah Indonesia ada di kisaran Rp20 triliun. Itu artinya belum bisa menjadi Bank BUKU IV. Tentu dampak BSI akan lebih optimal jika modalnya ditambah agar bisa naik kelas jadi Bank BUKU IV,” ujarnya, Minggu (10/01).

Yusuf menambahlan, perkembangan ekonomi syariah sepanjang 2021 akan sangat ditentukan kondisi perekonomian secara makro dan pengendalian pandemi Covid-19. Meski begitu, sejumlah tren positif terkait perkembangan ekonomi syariah beberapa waktu terakhir dapat menjadi katalis agar industri ini bisa tumbuh pesat pada tahun ini.

Salah satu hal yang bisa menyebabkan pertumbuhan ekonomi syariah melejit adalah rencana penggabungan usaha tiga bank syariah milik bank BUMN ini rencananya selesai pada 1 Februari 2021.

"Ada beberapa tren positif ekonomi syariah terkini, terutama konsolidasi perbankan syariah dengan merger tiga Bank Umum Syariah BUMN, dan perkembangan pasar modal syariah yang semakin pesat, terutama penerbitan sukuk negara," tandas dia.

Rep. Aldiansyah Nurrahman