Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
Foto | ahmad arif. sharianews
Dakwah kini bisa dilakukan dengan film, musik, menulis maupun berbagai keahlian lain.

Sharianews.com, Jakarta~ Dakwah pada era milenial seperti sekarang ini bisa dilakukan berbasis kesukaan individu atau yang dikenal dengan passion, ujar Muhammad Assad, seorang penulis buku.

Menurut Assad, yang menulis buku “Notes from Qatar” dakwah kini bisa dilakukan dengan film, musik, menulis maupun berbagai keahlian lain. Dia sendiri mengaku berdakwah dengan buku yang kini menjadi salah satu “best seller”.

"Di situ salah satu bentuk dakwah saya, karena dalam menulis banyak tulisan yang coba saya hubungkan Alquran ataupun Hadits dengan bahasa yang ringan dan santai,” ujar dia dalam acara “The Art of Dakwah di Aula Buya Hamka, Masjid Agung Al-Azhar, Sabtu (12/1/).

”Alhamdulillah orang-orang jadi kenal dan mau belajar," paparnya.

Prinsip dakwah era kiwari kata Assad, adalah dengan kebiasaan masing-masing pendakwah atau bidang yang menjadi keahliannya.

"Fokuslah kepada passion. Kalau saya pribadi karena latar belakang saya menulis dan keuangan, jadi dalam berbisnisnya (dakwah) pun di situ," sambungnya.

Menurut dia, dakwah kini tidak hanya berkutat hanya di masjid dan pesantren, atau hanya dilakukan oleh orang dengan memakai peci maupun sorban.

Menurut dia, pemain Liverpol Muhammad Salah dan petarung UFC  Khabib Nurmagomedov adalah brand ambasador muslim terbaik dan sosok pendakwah islam di era milenial," pungkasnya.

Assad yang juga seorang CEO aplikasi “Emas Syariah” menyarankan agar generasi muslim milenial menjadi profesional di bidang pekerjaannya. Seperti memasak, kedokteran, penulisan atau bidang-bidang lain karena kelak akan menjadi ladang dakwah.

“Justru dakwah yang sebenarnya bagaimana kita bisa menciptakan orang-orang dikenal secara nasional dan internasional tetapi dia tetap memberikan value secara Islami," pungkas Assad.

 

 

Reporter: Romy Syawal Editor: nazarudin