Senin, 26 Agustus 2019
25 Thu al-Hijjah 1440 H
Home / Lifestyle / Dai Indonesia di Thailand Prihatin Kondisi Keturunan Jawa di sana
Ustaz Taufik (Dok/Foto Dompet Duafa)
Beliau menyayangkan kondisi generasi warga keturunan Jawa sekarang yang tidak peduli dengan asal-usul keluarga dan budaya Indonesia.

Sharianews.com, Salah satu bentuk hubungan antara muslim Indonesia dengan negara Gajah Putih, Indonesia mengirim da’i Ambassador Dompet Dhuafa, Ustaz Taufik Hidayat Nazar untuk berkontribusi di Thailand.

Ditengah dakwahnya kali ini, Ustaz Taufiq mengunjungi Masjid Jawa di Khwaeng Yan Nawa, Khet Sathon, Krung Thep Maha Nakhon. Konon, Masjid tersebut dibangun oleh penduduk Thailand keturunan Jawa yang menetap di Bangkok.

Kunjungan tersebut mengantarkan Ustaz Taufik bertemu dengan salah satu imam dan khatib tetap di Masjid Jawa pada Rabu (15/5). Ia menyebut, nama dari imam itu adalah Acan (Ustaz) Ransan Binkamson.

“Beliau menyayangkan kondisi generasi warga keturunan Jawa sekarang yang tidak peduli dengan asal-usul keluarga dan budaya Indonesia,” ujar Ustadz Taufik dalam keterangannya yang diterima Sharianews.com.

Sebagai upaya mengembalikan kepedulian tersebut, dia berharap dari kunjungan da’i Dompet Dhuafa dapat menghasilkan langkah yang lebih adaptif lagi.

Sehingga, akan banyak lagi warga Indonesia yang peduli terhadap asal-usul budayanya. Di mana salah satu upaya tersebut melalui dakwah.

“Beliau (Ustaz Ransan Binkamson, red) berharap dapat bekerja sama dengan Dompet Dhuafa dalam bidang dakwah. Beliau ingin kegiatan dakwah secara reguler terlaksana di masjid tersebut. Dengan harapan mampu mengedukasi para jamaah tentang fiqih ibadah, mu'amalah dan lain-lainnya,” lanjut Ustaz Taufik.

Ustaz Ransam juga menceritakan kalau masjid sekarang hanya sebatas itu-itu saja. Belum mengalami perkembangan, yakni berkutat kegiatan-kegiatan tahunan seperti kurban dan penyajian hidangan buka puasa.

Akan tetapi belum ada kegiatan lainnya yang berkaitan dengan pemantapan ibadah dan ruhiyah. 

Setelah berdiskusi banyak, ustaz Taufik pun memutuskan untuk berkunjung ke masjid lain yang juga memiliki pertalian erat dengan bangsa Indonesia. dalam hal ini adalah Masjid Ban-Oou di kawasan Sanri-Laya.

“Masjid tersebut berdiri atas andil orang-orang Minangkabau. Maka jangan kaget ketika mendengar ada salah satu warga Thailand sekitar mampu mengatakan ‘Tambuah ciek, da’,”  tutup dia.

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Munir Abdillah