Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
FOTO I Dok. ahmad arif sharianews.com
"Saya melihat, Indonesia sudah mulai banyak halal food, tempat ibadah Muslim banyak yang bagus, meskipun demikian, menurut saya tidak mudah untuk mendapatkan yang pertama walaupun yang lebih susah adalah mempertahankannya," ujar Fazal Bahardeen ketika berbicara dengan awak media di Jakarta, Selasa (9/4).

Sharianews.com, Jakarta ~ Chief Executive Officer CrescentRating, Fazal Bahardeen mengungkapkan alasan Indonesia menjadi peringkat teratas sebagai destinasi halal untuk negara-negara OKI.

Dirinya mengapresiasi Indonesia yang berada pada poin yang sama dengan Malaysia yaitu di level 78.

"Saya melihat, Indonesia sudah mulai banyak halal food, tempat ibadah Muslim banyak yang bagus, meskipun demikian, menurut saya tidak mudah untuk mendapatkan yang pertama walaupun yang lebih susah adalah mempertahankannya," ujar Fazal Bahardeen ketika berbicara dengan awak media di Jakarta, Selasa (9/4).

Dirinya juga menambahkan, bagaimana Indonesia beberapa waktu ke belakang, memang secara serius menggarap pasar wisata halal.

"Memang, Indonesia saat ini sedang men-develop secara serius travel wisata halal, menjadi destinasi yang menarik bagi Muslim traveler ke depannya," sambung Fazal.

Fazal menyarankan, Indonesia sebagai penduduk Muslim terbesar dunia, harus bisa mengedukasi wisatawan Muslim. Karena, hal tersebut sangat dibutuhkan oleh para traveler Muslim maupun nonmuslim.

"Apa yang harus dikerjakan dan sudah dikerjakan, karena edukasi adalah kunci yang bisa melanjutkan mengenai travel Muslim ini," ujar CEO aplikasi Halaltrip ini menegaskan.

Fazal juga memberitahukan, Indonesia seharusnya tidak sekadar menginformasikan bagaimana konsep travel Muslim, tetapi juga miss conception mengenai halal travel.

"Kan, juga ada yang memanggilnya halal tourist, travel Muslim, mereka harus tahu bedanya, turis bisa datang ke sini, agar enjoy melihat budayanya, makanannya, dan pengalaman di sini," ujar Fazal.

Dirinya mencontohkan, apabila ingin mendatangkan wisatawan dari China, maka Indonesia harus tahu apa yang menjadi kebutuhan traveler dari sana, atau wisatawan Rusia yang ingin berlibur di Indonesia, Indonesia harus tahu selera makanan yang diminati seperti apa.

"Jadi, catatan saya, edukasi tidak hanya untuk Muslim traveler, tetapi juga lebih kepada semua kalangan traveler," tutup Fazal. (*)

 

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo