Sabtu, 6 Juni 2020
15 Shawwal 1441 H
Home / Global / CIMB Syariah Bhd dan China Buka Koridor Halal
FOTO | Dok. cnbcindonesia.com
Kemitraan bisnis yang sedang dijalankan antara CIMB Group dan China ini dilakukan lewat prakarsa Koridor Halal CIMB ASEAN-China.

Sharianews.com, Jakarta. CIMB Group Holdings Bhd dan para kolaboratornya, termasuk unit CIMB Syariah Bhd di Malaysia, menyepakati perjanjian kerjasama untuk membuka jalur perdagangan halal dengan China melalui perwakilan tiga perbankan miliknya, yakni Bank of Communication Co Ltd, China Merchants Co Ltd, dan Bank of Nanjing Co Ltd..

Chief Executive Officer (CEO) CIMB Syariah Bhd, Rafe Haneef  menjelaskan, kemitraan bisnis yang sedang dijalankan antara CIMB Group dan China ini dilakukan lewat prakarsa Koridor Halal CIMB ASEAN-China (CIMB Asean-China Halal Corridor).

“Partisipasi kedua belah pihak ini bertujuan meningkatkan hubungan bisnis halal di seluruh kawasan Asia Tenggara dan China. Ikatan perdagangan halal itu, antara lain, mencakup di bidang pertanian, kosmetik, makanan dan minuman, fashion, serta obat-obatan,”tandasnya.

Haneef menambahkan, dengan sebaran konsumen yang berpotensi ditaksir mendekati angka 266 juta orang, pasar halal China diperkirakan akan mencapai USD 2 triliun atau setara dengan RM 8,3 triliun pada tahun 2021. Oleh karenanya, melalui kolaborasi itu pihaknya menargetkan bisa memperoleh pembiayaan 5 sampai 10 persen dari besaran pasar tersebut.

Langkah tepat

Di saat yang sama, Menteri Perdagangan dan Industri Internasional Malaysia Darell Leiking mengatakan, perjanjian perdagangan halal yang tengah dilakukan antara CIMB Group dan China merupakan langkah yang tepat. Pasalnya, saat ini pasar halal global telah mendekati angka USD 6,4 triliun.

“Apa yang sedang dilakukan antara CIMB Group dan China adalah momen yang tepat. Sebab, pasar halal dunia akan terus mengalami peningkatan dan pertumbuhannya diprediksi senilai 7,3 persen setiap tahunnya hingga lima tahun ke depan,”terang Darell saat meluncurkan prakarsa Koridor Halal CIMB ASEAN-China beberapa minggu lalu.

Darell meneruskan, pemerintah melalui kementerian yang dipimpinnya menyarankan agar pihak CIMB dan China melibatkan lembaga sertifikasi halal di negaranya Malaysia Islamic Development Department (Jakim) dalam kerjasama bisnis tersebut.

“Upaya ini lantaran Jakim adalah institusi yang memiliki otoritas untuk memutuskan kehalal dari suatu produk, serta perannya telah diakui setidaknya di 42 negara, termasuk China, Indonesia, Perancis, Jerman, Australia, dan lain-lain. Lebih lanjut, badan keagamaan ini merupakan komponen penting,” imbuhnya.

Bukan Cuma itu, terang Darell, keterlibatan Jakim diakui dapat mendorong banyak pihak untuk bergabung dalam prakarsa itu, serta dinilai bisa menjadi pelecut untuk memperoleh keuntungan besar di antara masing-masing negara bersangkutan.

Sebagai informasi, saat ini Malaysia adalah pusat halal global dan generator ekonomi Islam. Tak ayal, hal inilah yang membuat negara ini menjadi pemimpin dalam Indikator Ekonomi Islam Global selama lima tahun berturut-turut. Selain itu, penilaian ini juga yang mencerminkan bahwa ekosistem ekonomi Islam di negara tersebut memang kuat.

Sebagai pusat ekonomi Islam, industri halal telah menyumbang 7,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) Malaysia, dengan setiap tahunnya nilai ekspor rerata memperoleh RM 43 miliar. (*)

Reporter: Emha S Ashor Editor: Ahmad Kholil