Sabtu, 6 Maret 2021
23 Rajab 1442 H
Home / Keuangan / China-UAE Bahas Perbankan Keuangan Islam
-
Nilai strategis dari Konferensi China-UAE ke-3  tentang Perbankan dan Keuangan Islam adalah sebuah upaya untuk mengkonsolidasikan upaya UAE dan China dalam rangka mendukung ekonomi Islam global.

Nilai strategis dari Konferensi China-UAE ke-3  tentang Perbankan dan Keuangan Islam adalah sebuah upaya untuk mengkonsolidasikan upaya UAE dan China dalam rangka mendukung ekonomi Islam global.

Sharianews.com, Jakarta. Bertepatan dengan perayaan nasional Pekan China-UAE, dan untuk menghormati kunjungan Presiden China Xi Jinping ke UAE pada 17-14 Juli 2018, Hamdan Bin Mohammed Smart University (HBMSU), kembali menegaskan komitmennya dengan menjadi fasilitator bagi penyelenggaraan Konferensi China-UAE tentang “Perbankan dan Keuangan Islam (CUCIBF III) ke-3 yang akan digelar di China pada 7-8 November 2018.

Konfrensi China-UAE, selama dua hari (7- 8 November) tersebut, selaras dengan komitmen HBMSU selama ini, yang ingin menjadi jembatan pengetahuan, budaya, dan pertukaran ekonomi antara UAE dengan China.

Selain itu, even bertajuk “Potensi Ekonomi Partisipatif ( syariah-red) dan Sistem Keuangan: Pertumbuhan, Pembangunan, Integrasi, dan Kerja Sama” ini juga menjadi bagian dari upaya yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan menyeluruh melalui Ekonomi Islam.

Hal ini sejalan pula dengan inisiatif yang diprakarsai oleh oleh Yang Mulia Sheikh Mohammed Bin Rashid Al-Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UAE dan Penguasa Dubai, untuk menjadikan Dubai sebagai Ibukota Ekonomi Islam.

Even ini terselenggara berkat kerja sama antara Kementerian Ekonomi UAE, HBMSU’s Dubai Center for Islamic Banking and Finance, Dubai   Islamic Economy  Development  Center,   China  Islamic  Finance  Club,   Zhi Shang    Inter-Culture   Communication, dan lembaga ilmu pengetahuan dan penelitian terkemuka, Thomson Reuters.

Nilai strategis dari Konferensi China-UAE tentang Perbankan dan Keuangan Islam ini adalah sebuah upaya untuk mengkonsolidasikan upaya UAE dan China dalam rangka mendukung ekonomi Islam global, yang diperkirakan akan tumbuh 8 persen setiap tahun, hingga mencapai USD 3 triliun pada 2021.

Mansour Al Anwar, Konselir HBMSU, mengatakan, konferensi ini akan mengeksplorasi wawasan baru untuk mendukung upaya peningkatan integrasi keuangan dan ekonomi. Selain itu juga untuk memperkuat hubungan ekonomi yang memiliki nilai sejarah di pasar jalur sutera (Silk Road), sehingga dapat terwujud tujuan “one belt, one way" dengan fokus mendorong investasi syariah yang menawarkan peluang menjanjikan bagi pemulihan hubungan ekonomi -China-UAE. 

Selain itu, melalui even ini, lanjut Al Anwar, diharapkan kedua negara bisa sama-sama mempromosikan dan menjunjung tinggi nilai-nilai penting dari kedua negara di bidang budaya dan ekonomi, sebagai kelanjutan kerja sama yang telah dirintis dari sejak Konfrensi China – UAE di dua edisi sebelumnya.

“Acara ini datang pada waktu yang sangat strategis untuk mempercepat tren global kerja sama pengembangan sistem ekonomi konvensional yang selaras dengan metodologi keuangan syariah. Keterkaitannya dengan kunjungan bersejarah Presiden China ke UAE adalah dalam rangka  merangsang upaya bersama untuk mencapai tujuan bersama dalam mempromosikan dan mempercepat pertumbuhan perbankan Islam dan sektor keuangan syariah baik di UAE maupun China,”papar Al Awar. (*)

 

Reporter : Emha S. Asror Editor : Ahmad Kholil