Minggu, 24 Januari 2021
11 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Lifestyle / Cegah Penyebaran Corona di Lingkungan Pendidikan Islam, Ini Imbauan Kemenag
FOTO I Dok. pexels.com
Ada delapan butir langkah pencegahan, mulai dari penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) hingga pelaporan kasus suspek pneumonia.

Sharianews.com, Jakarta ~ Upaya Kementerian Agama untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) dilakukan secara simultan dan berjenjang. Mulai dari satuan kerja pusat hingga daerah. Salah satunya yang dilakukan Ditjen Pendidikan Islam.

Guna mencegah penyebaran Covid-19, Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin menerbitkan Surat Edaran Kesiapsiagaan dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Penyakit Pneumonia di lingkungan Madrasah, Pondok Pesantren, dan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

“Ada delapan butir langkah pencegahan, mulai dari penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) hingga pelaporan kasus suspek pneumonia,” jelas dia, Kamis (12/3).

Berikut imbauan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan madrasah, pesantren, dan kampus PTKI sebagaimana dikutip dari Edaran Ditjen Pendidikan Islam:

Madrasah, pondok pesantren, dan PTKI diminta berkoordinasi dengan puskesmas dan/atau fasilitas kesehatan terdekat lainnya untuk melakukan pencegahan penularan penyakit Pneumonia

Warga madrasah, pondok pesantren dan PTKI diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, tetap tenang dan tetap menyelenggarakan kegiatan pembelajaran/perkuliahan seperti biasa, serta turut berpartisipasi dalam upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19/Corona

Sebagaimana diketahui bahwa virus Covid-19 merupakan kategori penyakit yang bisa sembuh sendiri (self limited disease) tergantung daya tahan tubuh, maka warga madrasah, pesantren dan PTKI diminta untuk senantiasa membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) agar terhindar dari penyebaran Covid-19.

Kegiatan PHBS dapat dilakukan dengan mengacu pada prinsip pencegahan penyakit pada individu, keluarga, dan komunitas.

Pertama, pencegahan penyakit pada individu/keluarga

Menjaga kebersihan diri individu melalui pembiasaan CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun), makan dengan gizi seimbang dan memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan, rajin olahraga/aktivitas fisik dan cukup tidur/istirahat, menggunakan alat mandi sendiri, menghindari alat makan secara bersama.

Menggunakan masker dan menutup mulut terutama bagi yang sakit batuk sehingga tidak menyebarkan virus di lingkungan madrasah, pondok pesantren, dan kampus PTKI

Kedua, pencegahan penyakit pada komunitas

Memelihara kebersihan lingkungan madrasah, pesantren, dan kampus PTKI yang meliputi: ruang tidur, ruang belajar, ruang makan, ruang wudhu, ruang shalat, dan lainnya.

Mengaktifkan kegiatan olahraga/aktivitas fisik secara rutin, seperti senam atau aktivitas lainnya

Melakukan gerakan ukur suhu tubuh bagi seluruh warga madrasah, pesantren, dan PTKI dalam rangka pemantauan gejala sakit (bila suhu sudah mencapai 37.5 °C mereka diminta untuk istirahat sementara)

Memastikan higienitas tempat, alat memasak, menu makan yang disajikan dan memasang cairan antiseptik di setiap pintu masuk kelas.

Peran Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKSM) dan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) agar dioptimalkan dalam rangka mengedukasi siswa madrasah, santri, dan mahasiswa untuk senantiasa menjalankan PHBS.

Untuk penanganan siswa/santri/mahasiswa/warga madrasah, pesantren, dan kampus PTKI yang mengalami gejala sakit yang dicurigai mengarah pada gejala Pneumonia, maka segera berkoordinasi dan melaporkan kepada Puskesmas dan/atau Fasilitas Kesehatan terdekat.

Segera melaporkan kasus suspek Pneumonia berat yang memiliki riwayat perjalanan dari negara terjangkit yang ditemukan ke Ditjen P2P melalui Public Health Emergency Operation Centre (PHEOC), WA 087806783906, dan email [email protected]

Terakhir, Sura Edaran mengajak semua warga madrasah, pesantren, dan kampus PTKI untuk melakukan doa Qunut Nazilah untuk menangkal penyebaran virus corona. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo