Minggu, 19 Januari 2020
24 Jumada al-ula 1441 H
Home / Keuangan / Catatkan Kinerja Positif di 2019, NPF BCA Syariah di Bawah 1 persen
FOTO I Dok. ajnn.net
Tahun 2020 akan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi perbankan syariah.

Sharianews.com, Jakarta ~ Sepanjang tahun 2019, BCA Syariah mampu menunjukan kinerja positif. Hal tersebut terlihat dari capaian target-target yang telah ditetapkan perusahaan.

Direktur Utama BCA Syariah, John Kosasih mengatakan, tahun 2020 akan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi perbankan syariah. “Namun, kami tetap optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan yang positif dan berkesinambungan,” jelasnya menegaskan, Kamis (9/1).

Baca juga: Pacu Pertumbuhan CASA, Bank Muamalat Gandeng Untirta

Per 31 Desember 2019 aset BCA syariah tercatat sebesar Rp8,63 triliun tumbuh sebesar 22,11 persen atau setara dengan Rp1,56 triliun year on year (yoy). Pertumbuhan aset BCA Syariah diikuti oleh pertumbuhan pembiayaan sebesar Rp5,64 triliun naik Rp745,67 miliar, secara persentase naik senilai 15,22 persen yoy.

Penyaluran pembiayaan BCA Syariah sebagian besar ditopang oleh pembiayaan produktif, di antaranya pembiayaan infrastruktur untuk pembangkit listrik, jalan tol serta pembiayaan modal kerja dan investasi.

Sementara itu, dari sisi funding, BCA Syariah membukukan capaian dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp6,20 triliun, tumbuh sebesar 12,69 persen atau naik sebesar Rp698,82 miliar dari tahun sebelumnya.

Kualitas pembiayaan BCA Syariah tetap terjaga baik dengan Non Performing Financing (NPF) meski mengalami kenaikan, tetapi masih di bawah satu persen. Di 2019 NPF tercatat sebesar 0,58 persen, atau naik 0,23 persen dari tahun sebelumnya 0,35 persen yoy secara gross atau 0,26 persen secara net.

Sementara itu, dari sisi rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) BCA Syariah mencapai 38,29 persen di 2019, naik dari tahun lalu sebesar 14,02 persen yoy. Tahun 2018 CAR BCA Syariah sebesar 24,27 persen.  

Selanjutnya, sisi finance to deposit ratio (FDR) di 2019 membukukan 90,98 persen, tumbuh 1,99 persen yoy atau naik dari Desember 2018 yang saat itu berjumlah 88,99 persen. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo