Senin, 27 Januari 2020
02 Jumada al-akhirah 1441 H
Home / Lifestyle / Cara Merencanakan Keuangan secara Syariah bagi Milenial
FOTO | dok.romy.sharianews.com
Setiap individu muslim mesti kembali mengingat tujuan kita mencari rejeki, yaitu bagaimana mendapatkan dan mencari ridha Allah SWT.

Sharianews.com, Jakarta. Merencakan keuangan merupakan bagian dari ikhtiar setiap pribadi untuk mendapatkan kesejahteraan di masa depan. Karena itu, pengelolaannya pun bukan asal, tetapi harus didasarkan pada praktik teori dan ilmu yang benar.

Demikian dikatakan oleh Prita Ghozie, financial planner saat menjadi pembicara terkait dengan bagaimana merencanakan keuangan secara syariah di event Jakarta Halal Think 2018, Jumat (30/11/18).

"Dalam konsep financial syariah ada 5 hak yang harus diperhatikan. Antara lain, ada hak atas rejeki yang kita peroleh, yang pertama adalah untuk kita dulu, kedua hak hidup masa sulit, ketiga hak investasi, keempat hak orang lain, dan kelima hak masyarakat,"paparnya di depan pesarta seminar di Jakarta Halal Thing 2018, Jumat (30/11/2018).

Karena itu, kita perlu pengelolaan rezeki dengan benar, sesuai dengan hak-hak yang mesti ditunaikan. Sebab bagaimana pun ujar, founder ZAP finance ini, kita mesti percaya jika yang namanya rezeki tidak akan tertukar.

"Gak pernah salah tempat, salah waktu, tetapi kadang-kadang kita lupa ketika rezekinya sudah ada, eh mengelolanya tidak bener. Tidak bermanfaat seperti seharusnya,"katanya.

Karena itu, menurutnya setiap individu muslim mesti kembali mengingat tujuan kita mencari rejeki, yaitu bagaimana mendapatkan dan mencari ridha Allah SWT. "Apa pun rezeki yang kita dapat hari ini,"lanjutnya. 

Prita menuturkan, dalam hidup ada kalanya tidak sesuai dari apa yang diinginkan. Menurutnya, inilah yang disebut dengan hak hidup masa sulit. Di dalam Islam hal tersebut diajarkan adanya istilah namanya masa sulit, meski tingkatan kesulitan setiap orang berbeda-beda.

"Kita harus percaya yang namanya masa sulit kemungkinan besar akan kita alami dan kita harus siap secara finansial. Kurang tepat kalau ada yang mengatakan hidup biarkan berjalan begitu saja, karena nanti pasti ada jalan keluarnya. Namun penting untuk diingat bahwa kesulitan tersebut, jika tidak dicari jalan keluarnya, tidak bakalan ada jalan keluarnya khan,"sambungnya.

Karena itu, optimis bahwa setiap masalah itu pasti ada jalan keluarnya, namun bukan berarti diam dan pasrah. Tetapi sebaliknya, jalan keluar tersebut harus tetap diupayakan. "Masa-masa sulit itu harus diantisipasi, itulah yang namanya cara mengelola keuangan secara benar,"ujarnya. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Ahmad Kholil