Senin, 27 Mei 2019
23 Ramadan 1440 H
Home / Keuangan / BWI Siapkan Perubahan Regulasi Wakaf, Ini Isinya
FOTO I Dok. krjogja.com
"Sekarang tahun berapa, masih pas tidak UU-nya. Kami dari BWI ada timnya, saya salah satu timnya, UU ini mesti secara kita lakukan revisi," jelas Nurul, dalam acara ICE Lights 2019 yang diselenggarakan Perbanas Institute

Sharianews.com, Jakarta ~ Badan Wakaf Indonesia (BWI) sedang menyiapkan sejumlah perubahan regulasi untuk wakaf. Di antaranya merevisi Undang-Undang (UU) Wakaf.

Komisioner BWI, Nurul Huda mengatakan, pertama adalah terkait regulasi UU No.41 Tahun 2004 yang dinilai sudah usang dan tidak sesuai dengan kondisi saat ini.

"Sekarang tahun berapa, masih pas tidak UU-nya. Kami dari BWI ada timnya, saya salah satu timnya, UU ini mesti secara kita lakukan revisi," jelas Nurul, dalam acara ICE Lights 2019 yang diselenggarakan Perbanas Institute, di Jakarta, Selasa (12/3).

Dia memberikan contoh terkait UU yang akan direvisi, salah satunya adalah mengenai jumlah yang didapatkan nazir dari pengelolaan dana investasi. Saat ini jumlahnya sebanyak 10 persen yang didapatkan nazir. Sementara amil mendapatkan 12,5 persen.

Hal tersebut menurutnya tidak adil. Padahal menjadi nazir dinilai lebih berat karena mengelola wakaf, sedangkan amil mengelola zakat.

"Itu yang pertama kita tinjau, contoh item yang akan dilakukan revisi," ungkap Nurul, pada acara bertajuk Mengoptimalkan Potensi Wakaf untuk Membangun Kesejahteraan dan Ekonomi Umat.

Kedua, regulasi yang masih berkaitan dengan nazir. Dalam UU nazir meliputi perseorangan, organisasi dan badan hukum.

Dari beberapa riset yang dikumpulkan BWI, dapat disimpulkan terdapat sedikit masalah terhadap nazir yang sifatnya perseorangan yang dinilai tidak terlalu produktif.

Ketiga, terkait BWI itu sendiri. Komisioner di tubuh BWI jumlahnya terlalu banyak jika dibandingkan dengan yang lain.

"Jadi sudah kita siapkan perubahan-perubahan itu dan menyerahkannya ke Kementerian Agama," pungkas Hadi. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo

Tags: