Sabtu, 28 November 2020
13 Rabi‘ at-akhir 1442 H
Home / Ziswaf / BWI: Perlu Adanya Pengelola Wakaf yang Amanah
FOTO I Dok. wahedinvest.com
"Memang haruslah dikelola agar bermanfaat atau produktif, dan terus berkembang untuk para penerima manfaat wakaf (beneficiaries)," ungkap Fahrurrozi, Wakil Sekertaris BWI ketika dihubungi Sharianews, Kamis (25/4).

Sharianews.com, Jakarta.Wakil Sekertaris Badan Wakaf Indonesia (BWI), Fahrurrozi mengatakan, pengelolaan wakaf di Indonesia memiliki beragam tantangan. Namun, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan, karena proses pengelolaan wakaf harus dilakukan secara terus menerus.

"Memang haruslah dikelola agar bermanfaat atau produktif, dan terus berkembang untuk para penerima manfaat wakaf (beneficiaries)," ungkap Fahrurrozi, Wakil Sekertaris BWI ketika dihubungi Sharianews, Kamis (25/4).

Ia menambahkan, selain dimanfaatkan untuk menjamin keberlanjutannya, harta wakaf harus terus dipelihara, dan dijaga kekekalannya dengan melakukan perbaikan.

"Misalnya nih, ketika ada kerusakan kita bisa menerapkan manajemen risiko dalam pengelolaannya," ujar Fahrurrozi.

Menurutnya, agar pengelolaan harta maupun aset wakaf bisa berjalan dengan baik, diperlukan sebuah lembaga pengelola yang profesional dan akuntabel.

"Dibutuhkan pekerjaan yang sangat berorientasi kepada masalah kemaslahatan umat, diperlukan sebuah lembaga, sebuah pengelola wakaf yang amanah dan profesional," ujarnya lagi.

Menurutnya, untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya pendidikan dan pelatihan. Guna meningkatkan kompetensi dalam mengelola wakaf, semua pihak harus bersama-sama mengetahui bahwa persoalan pengelolaan wakaf sangatlah kompleks. Hal tersebut dikarenakan masih tingginya angka kemiskinan, kebodohan, sanitasi yang buruk, kesehatan yang rendah dan beragam masalah lainnya.

"Ini semua tentunya memerlukan perhatian dan kepedulian dari para filantropis, selain tentunya perhatian serius dari pemerintah, memang kita akui banyak sekali program pemerintah dalam mengatasi masalah tersebut, namun kita perlu akui juga ada yang berhasil dan ada pula yang perlu ditingkatkan programnya guna mencapai keberhasilan tersebut," tutup Fahrurrozi. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo