Sabtu, 25 Mei 2019
21 Ramadan 1440 H
Home / Ziswaf / BWI: Nazir Sama Seperti Bankir
FOTO I Dok. Arif Sharianews.com
"Didalam core wakaf principle, di situ diatur bagaimana dia menjadi nazir yang profesional, kayak kita fit and proper test di bank kan harus ada tesnya dia menjadi seorang bankir kan, nah nazir juga begitu," ungkapnya kepada Sharianews, Selasa (14/5).

Sharianews.com, Jakarta ~ Anggota Badan Wakaf Indonesia, Iwan Agustiawan Fuad mengatakan fungsi nazir pun seperti bankir di dalam industri perbankan.

"Di dalam core wakaf principle, di situ diatur bagaimana dia menjadi nazir yang profesional, kayak kita fit and proper test di bank kan harus ada tesnya dia menjadi seorang bankir kan, nah nazir juga begitu," ungkapnya kepada Sharianews, Selasa (14/5).

Terkait hal tersebut, Iwan juga menambahkan, BWI memang sering berhubungan dengan Bank Indonesia (BI), dan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Karena ada beberapa lembaga keuangan, contoh data cleansing dari lembaga multifinance syariah kan mereka nitip dananya di bank konven bisa tidak diwakafkan, kemudian di Kemenkeu kita sedang mencoba mendorong adanya wakaf link sukuk," imbuhnya.

Lebih lanjut, nazir juga mendapatkan keuntungan dari pengelolaan wakaf sebesar 10 persen.

"Contoh misal punya kebun diproduktifkan, diwakafkan, jadi dia bisa bagi hasil dengan investor, maka keuntungannya dibagi, dari keuntungan ini 90 persen diserahkan kepada mauquf alaih (penerima manfaat) seperti anak yatim, orang miskin, dan sebagainya," imbuhnya lagi.

Iwan yang juga dari divisi hukum dan kelembagaan menyampaikan hambatan dalam mengelola wakaf.

"Ada juga hambatannya, misal kita masuk kedalam aset tanah, kan yang dikenal jaminannya itu tanah, bangunannya itu belum dikenal di perbankan, maka ketika kita mengelola aset tanah untuk jadi apartemen, hotel, atau bangunan produktif lain, itu tidak bisa dijaminkan karena itu tanah wakaf, sehingga kita menyarankan supaya sertifikat dibagi dua, ada sertifikat tanah, dan sertifikat bangunan, kalau sertifikat bagunan ada maka itu bisa dikeluarkan," tutup Iwan. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo