Selasa, 20 Agustus 2019
19 Thu al-Hijjah 1440 H
Home / Ziswaf / BWI Gelar Rapat Pleno Jelang Rakornas
Foto/dok.BWI
Nuh yang juga menjabat ketua Dewan Pers ini menambahkan, dengan ada suku kata “nas” tersebut maka rakor ini harus lebih besar, jangan hanya BWI tingkat Provinsi, tetapi kabupaten atau kota juga.

Sharianews.com, Jakarta ~ Badan Wakaf Indonesia menggelar rapat pleno terkait dengan pelaksanaan Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) yang akan diselenggarakan November mendatang.

"Sebagai Rakornas, karena ada ... nas itu, maka rakor ini beda dengan rakor-rakor lain yang hanya dalam satu kawasan beberapa provinsi dan beberapa kabupaten yang pernah kita laksanakan," ujar Ketua Badan Pelaksana BWI, Mohammad Nuh dalam keterangan tertulis yang diterima Sharianews, Jumat (9/8).

Nuh yang juga menjabat ketua Dewan Pers ini menambahkan, dengan ada suku kata “nas” tersebut maka rakor ini harus lebih besar, jangan hanya BWI tingkat Provinsi, tetapi kabupaten atau kota juga.

"Jumlah pesertanya juga harus lebih besar, namanya juga tingkat nasional,'' katanya sambil melemparkan senyum khasnya dengan menyelipkan suku kata “nas”, suku kata akhir dari Rakornas. Para peserta rapat Pleno ini pun ikut tersenyum. Hadir dalam Rapat Pleno itu, Wakil Ketua BWI, Yuli Yasin, Sekretaris BWI, Sarmidi Husna, Bendahara BWI, Mohammad Syukron dan sejumlah anggota BWI lainnya.

Rencana Rakornas BWI masih tiga bulan lagi, saat ini baru memasuki pembahasan tahap awal. Sehingga, kepanitiaannya belum terbentuk. Termasuk penetapan lokasi Rakornas.

Karenanya, Mendikbud era Presiden SBY tersebut langsung memberikan mandat pada Sekretaris BWI, Sarmidi Husna sebagai Ketua Panitia Pelaksana dan Wakil Ketua BWI, Yuli Yasin sebagai Ketua Tim Pengarah.

''Ketua BWI, Penanggung Jawabnya,'' kata Guru Besar ITS 10 November Surabaya itu.

Dalam Rapat Pleno tersebut, Yuli Yasin mengusulkan agar program BWI yang mempunya nilai besar diluncurkan saat itu.

Namun. saat ditanya oleh HM. Nuh seperti apa programnya, Yuli Yasin belum menjelaskannya secara terbuka. ''Ini yang harus kita bahas dan rencanakan bersama,'' katanya, diplomatis.

Nuh lantas minta usulan Yuli Yasin tersebut direncanakan secara matang.

''Ayo siapa yang siap merencanakan program besar yang akan kita luncurkan pada Rakornas nanti?'' tanyanya.

Namun, tidak ada sambutan, tidak ada bukti kesiapan dalam merencanakan program tersebut. Peserta rapat ada yang bilang, ''Ibu Yuli pasti sudah punya rencana itu. Jadi, Ibu Yuli saja sebagai penggagas sekaligus ketua perencana program besar yang akan diluncurkan pada Rakornas nanti,'' katanya. Yuli Yasin hanya senyum-senyum saja.

Sesuai arahan Ketua BWI, Rakornas BWI akan melibatkan para pengurus BWI pusat, provinsi dan kabupten atau kota serta para pemangku kepentingan terkait pengembangan perwakafan nasional.

Diperkirakan jumlah pesertanya bisa mencapai sekitar 350-400 orang. Wakil dari BWI provinsi masing-masing dua orang dan wakil BWI tingkat kabupaten/kota masing-masing satu orang.

Jumlahnya sekitar 300 orang. Selebihnya dari para nazir wakaf, baik perorangan atau lembaga, serta dari Kementerian Agama, partner-partner BWI, seperti dari BI. Kemenkeu, OJK, BPN, DSN MUI serta kalangan LKS PWU (Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang)

Diharapkan para peserta Rakornas bisa diterima oleh Presiden Jokowi dan Wapres KH. Ma'ruf Amin sebagai pejabat Presiden/Wapres RI yang baru. ''Saat itu juga program besar yang kita rencanakan, kita luncurkan saat di Istana Negara nanti,'' kata Yuli kemudian. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo