Sabtu, 16 November 2019
19 Rabi‘ al-awwal 1441 H
Home / Ziswaf / BWI Anugerahi Penghargaan kepada Dompet Dhuafa
FOTO/Dok.dompetdhuafa
Di samping sebagai salah satu aspek ajaran Islam berdimensi spiritual, wakaf juga merupakan ajaran yang menekankan pentingnya kesejahteraan ekonomi.

Sharianews.com, JakartaBerbagai permasalahan sosial masyarakat Indonesia dan tuntutan akan kesejahteraan ekonomi dewasa ini, membuat eksistensi lembaga wakaf menjadi sangat urgen dan strategis.

Di samping sebagai salah satu aspek ajaran Islam berdimensi spiritual, wakaf juga merupakan ajaran yang menekankan pentingnya kesejahteraan ekonomi.

Badan Wakaf indonesia (BWI) memberikan apresiasi kepada Dompet Dhuafa sebagai lembaga yang memiliki andil dalam memajukan perwakafan nasional.

“Apresiasi yang diberikan kepada pegiat wakaf nasional merupakan penyemangat bagi pegiat wakaf, untuk mempopulerkan wakaf perlu dukungan media, LKSPWU dan BWI mengingat mindset masyarakat bahwa wakaf masih identik dengan masjid, pesantren dan kuburan. Padahal sejarah wakaf adalah produktif sehingga mampu mengangkat kemakmuran ummat," ujar Yuniarko, Direktur Mobilisasi Wakaf di kawasan Gatot Soebroto, Selasa (14/5).

Ia menambahkan, di era yang sudah sangat modern ini, dunia berada dalam genggaman tangan, semua bisa dilakukan cukup dengan 'klik' melalui gawai.  Kapanpun dan dimanapun tidak lagi terhambat ruang dan waktu, pahala jariyah wakaf sangat mudah diraih.

"Cukup berbekal niat maka dengan seketika kita mendapatkan derajat sebagai wakif, suatu derajat terpuji karena kita telah memiliki mesin pahala," imbuh Yuniarko.

Lebih lanjut, perwakafan ini merupakan mesin yang terus mengalirkan pahala di dunia hingga akhirat nanti, siapapun bisa berwakaf karena wakaf sangat mudah dan terjangkau.

"Ayo berwakaf, mumpung masih sempat. Insyaallah pahala dunia hingga akhirat menanti kita," sambung Yuniarko.

Potensi wakaf di Indonesia saat ini cukup besar dan dapat dijadikan titik balik kebangkitan ekonomi umat Islam. Melalui pengelolaan wakaf ekonomi produktif yang baik, diyakini akan berdampak besar pada perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia.

Tercatat dari Badan Wakaf Indonesia (BWI), potensi aset wakaf per tahun mencapai Rp2.000 triliun dengan luas tanah wakaf mencapai 420 ribu hektare (ha).

Potensi wakaf uang bisa menembus kisaran Rp188 triliun per tahun dan asset wakaf tanah sebanyak 337 bidang masih belum bersertifikat, sedangkan yang sudah bersertifikat sebanyak 163 bidang tanah tahun 2018.

Berdasarkan data Kementerian Agama, jumlah tanah wakaf mencapai 161.579 hektar. Luas aset wakaf yang tersebar 366.595 lokasi itu sebagai jumlah harta wakaf terbesar di dunia. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo