Senin, 16 September 2019
17 Muḥarram 1441 H
Home / Keuangan / BWF Sasar Segmen Pondok Pesantren
FOTO I dok. Rilis.co id
Peran OJK mengawasi BWF, peran kyiai mengawasi masyarakat.

Sharianews.com, Jakarta ~ Dalam sejarahnya pondok pesantren memiliki hubungan yang erat dengan masyarakat yang berada di sekitar pondok pesantren. Pemerintah dan regulator menggunakan pendekatan hubungan tersebut untuk membangun Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Syariah atau yang dikenal dengan sebutan Bank Wakaf Mikro (BWF) yang didirikan di pondok-pondok pesantren.

Hal itu disampaikan Penasihat Komite Strategis dan Pusat Riset Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ahmad Buchori. Ia mengatakan banyak masyarakat sekitar pondok pesantren itu menggantungkan hidupnya dengan pondok pesantren.

“Kalau pondok pesantren itu libur, biasanya mereka usahanya juga libur. Ini kita targetnya adalah pondok pesantren,” jelas Buchori, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Pesantren dinilai sebagai salah satu elemen masyarakat yang memiliki fungsi strategis dalam pendampingan untuk mendorong perekonomian masyarakat.

Dengan jumlah 28.194 pesantren yang tercatat pada data Kementerian Agama, pesantren sebagai lembaga pendidikan yang berbasis agama memiliki potensi yang besar untuk memberdayakan umat dan berperan dalam mengikis kesenjangan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan, khususnya masyarakat di sekitar pesantren.

Alasan lain dengan berlokasi di pondok pesantren tokoh-tokoh agama seperti kyai dan ustadz bisa turut mengawasi, karena mereka sangat kenal dengan masyarakat yang ada disekitar pondok pesantren.

Pembagian perannya, OJK mengawasi lembaganya, sementara untuk masyarakatnya itu para kyai atau tokoh masyarakat, sehingga ini akan bisa tepat sasaran.

Karakteristik model bisnis BWF, Buchori memaparkan BWF menyediakan pembiayaan dan pendampingan, non depost taking, imbal hasil rendah setara tiga persen, berbasis kelompok dan tanpa ada agunan. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo