Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
Masjid di Ternate (Alia.Id)
Aisyah ra berkata, "Dan, aku tidak pernah melihat Rasululullah menyempurnakan puasa sebulan penuh selain bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau paling banyak berpuasa sebanyak puasanya pada bulan Sya’ban,”       

Sharianews.com, Bulan Sya’ban telah tiba. Saat yang menandakan kehadiran bulan ramadhan hanya tinggal menghitung hari lagi.

Bulan Ramadhan, sebagaimana diyakini umat islam, merupakan bulan penuh berkah yang menjadi sarana untuk perbanyak bekal pahala. Sebab hanya di bulan itu-lah setiap aktivitas yang tidak mengandung dosa akan dinilai ibadah, dan setiap ibadah akan dilipat gandakan pahalanya.

Untuk mempersiapkan datangnya bulan ramadhan, Rasulullah Saw sangat memerhatikan bulan sya’ban ini. Hal itu terlihat dalam beberapa nasihatnya kepada para sahabat. Selain untuk mempersiapkan Ramadhan, perhatian Nabi pada bulan Sya'ban ini tidak lain karena banyak orang yang melalaikan. Perhatian yang dimaksud adalah dengan meningkatkan ibadah, salah satunya adalah puasa.

Aisyah ra berkata, "Dan, aku tidak pernah melihat Rasululullah menyempurnakan puasa sebulan penuh selain bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau paling banyak berpuasa sebanyak puasanya pada bulan Sya’ban.”                                                                                                       

Ketika seseorang beribadah pada situasi kebanyakan orang lalai, di situlah letak seseorang memperoleh fadilah (kebaikan). Nabi mengibaratkannya seperti orang yang hijrah. Diantara keduanya, kesulitan orang yang hijrah dan orang yang mempertahankan kebaikan pada saat kebanyakan manusia sedang lalai, dianggap memiliki kesamaan.

Berpuasa pada bulan Sya'ban memiliki fungsi yang sangat penting. Keberadaannya bisa menjadi penyempurna kekurangan yang terjadi dalam puasa Ramadhan.

Ibnu Rajab al-Hambali berkata, "amalan sunnah yang paling afdal adalah yang berdekatan dengan yang wajib, baik sebelumnya atau sesudahnya.”

Hal tersebut, berlaku pada puasa Sya'ban (sebelum puasa wajib ramadhan), sebagaimana shalat sunah rawatib yang berfungsi menyempurnakan kekurangan yang wajib." (Lathoiful Ma'arif, Ibnu Rajab, 1/129)

Pada hadis lain juga terungkap sebab lain pentingnya memperbanyak puasa pada bulan Sya'ban. Yakni, pada bulan ini-lah amal-amal manusia diangkat kepada Allah.

Nabi bersabda, menurut riwayat Annasai yang dihasankan Albani, "Sya'ban adalah bulan diangkatnya amalan kepada Allah dan saya suka jika amalanku diangkat dalam keadaan berpuasa."

Arahan Rasulullah terkait bulan Sya'ban sesungguhnya memiliki target lain selain menambah pahala. Puasa yang meningkat pada bulan Sya'ban adalah pengantar terbaik menuju Ramadhan. Melalui puasa, keburukan dan dosa manusia dapat terhapus.  

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Achi Hartoyo