Selasa, 20 Agustus 2019
19 Thu al-Hijjah 1440 H
Home / Ekbis / Buka Sekolah Vokasi, BPRS Grup Jaring Tenaga Marketing Syariah
Direksi HIK Institute (Ki-ka) Dr. Burhanuddin R., MA, Drs. Helmi M. Zen, AK, Iqbal Witjaksono, SE., MM, Drs. Imam Wahyudi, Ak,. CA., M.Com (Hons)., Ph.D
Imam menambahkan, hal ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi terhadap BPRS Group di bawah HIK.

Sharianews.com, Jakarta ~ Direktur HIK Institute, Imam Wahyudi menjelaskan alasannya membuka sekolah vokasi yang diinisiasi oleh para pengurus Yayasan Harapan Mulya Insani (Yahmi).

"Ini pertama kalinya kita buka sekolah vokasi, berawal dari keluhan BPRS grup kesulitan mencari tenaga marketing yang mengerti perbankan syariah. Makanya kita, para pengurus Yahmi punya inisiatif bagaimana membangun tenaga yang siap pakai untuk kepentingan kita," ujarnya kepada sharianews di kantornya, Jakarta, Senin (15/7).

Imam menambahkan, hal ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi terhadap BPRS Group di bawah HIK. Ada sekitar 30 orang yang akan mendapatkan beasiswa dan dididik melalui ikatan dinas.

"Nanti akan kita boarding 30 anak ini, kita bayari, dan kita beri penginapan supaya mereka nggak capek mencari tempat kos atau transport," sambung Imam.

Dirinya berharap, semoga sekolah vokasi ini dapat menjadi rujukan untuk bank syariah khususnya BPRS.

"Kalau sekolah pertanian kan, sudah ada yang terkenal, lalu kalau perbankan syariah ke mana sekolahnya, ya HIK Institute, impiannya seperti itu," terang Imam.

Di tempat yang sama, wakil direktur bidang dan bidang eksternal, Iqbal Witjaksono menjelaskan beberapa pesantren besar yang akan disambangi oleh Yahmi.

"Ada pesantren modern Al Hassan Jatibening, pesantren Darunnajah Kebayoran Lama, atau dari Madrasah Aliyah Negeri atau SMU/SMK umum," ujar Iqbal.

Setelah menjaring dari beberapa pesantren, Yahmi akan melakukan evaluasi. Ia pun mencontohkan apabila ada 100 orang terbaik yang mendaftar terbaik, nantinya akan dikerucutkan kembali menjadi 30 orang peserta saja.

"Dari 100 orang terbaik itu kita wawancara untuk mendapatkan yang terbaik, misalnya orang ini punya motivasinya kuat atau tidak gampang tergoda untuk keluar kan ketauan dari situ," jelas Imam. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo