Sabtu, 6 Juni 2020
15 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / BTM Targetkan Bangun Jaringan di Kalimantan, Sumatera dan Pantura
FOTO I Dok. nelito.com
Dengan adanya BTM, mendorong kepada warga Muhammadiyah atau nonmuhammadiyah untuk memanfaatkan lembaga keuangan tersebut sebagai kegiatan usaha untuk mendorong pertumbuhan produk domestik bruto.

Sharianews.com,

 

Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM) menargetkan mendirikan membangun jaringan koperasi syariah di Kalimantan, Sumatera dan Pantura (Pati, Rembang, Kudus, Jepara, Demak dan Blora) di 2019 ini.

Direktur Eksekutif Induk BTM Agus Yuliawan mengatakan banyaknya pendirian jaringan BTM berkaitan dengan program yang dimiliki yang bernama Microfinance Muhammadiyah..

“Sesuai dengan perintah pusat pimpinan Muhammadiyah. Dari surat edarannya itu, untuk mendirikan setiap PDM atau daerah, satu BTM,” jelasnya, kepada Sharianwews.com, akhir pekan lalu.

Agus mengungkapkan potensi besar dalam mendirikan BTM di Kalimantan, Sumatera dan Pantura. Dengan adanya BTM, uang amal usaha muhammaiyah, seperti rumah sakit, perguruan tinggi, sekolah-sekolah, dan sebagainya bisa dikelola di lembaga keuangan mikro Muhammadiyah, bukan oleh lembaga keuangan lain

“Keuntungannya Muhammadiyah punya uang pendapatan daerah itu. Uang pendapatan daerah itulah digunakan untuk kegiatan dakwahnya Muhammadiyah, program dakwah, program mengaji, program bimbingan,” tutur Agus.

Dengan kehadiran BTM, Muhammadiyah tidak perlu meminta bantuan kepada pihak lain, karena Muhammadiyah sudah mempunyai uang kas sendiri dari jalur usaha yakni BTM.

Selain itu, dengan adanya BTM, mendorong kepada warga Muhammadiyah atau nonmuhammadiyah untuk memanfaatkan lembaga keuangan tersebut sebagai kegiatan usaha untuk mendorong pertumbuhan produk domestik bruto.

Saat ini,  jaringan BTM sudah ada di berbagai wilayah di Indonesia, seperti di Lampung, Jambi, Bengkulu, Banten, Jawa Timur, Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Daerah di Provinsi Jawa Tengah seperti Kendal, Pekalongan, Magelang sudah selesai dibangun. Sedangkan yang masih dalam proses adalah BTM di Pantura.

Jaringan BTM diharapkan bisa menjadi pusat keuangan Muhammadiyah, sekaligus bisa menjawab keuangan inklusif.

“Sekaligus membantu pemerintah daerah untuk menjaga inflasi dan agar masyarakat juga bisa mengakses keuangan. Jika ada (BTM), masyarakat kan, bisa mengakses permodalan, dengan kegiatan usaha ini, diharapkan bisa meningkatkan produktivitas masyarakat,” tutup Agus. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo