Minggu, 7 Juni 2020
16 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / BSM Kian tak Terkejar

BSM Kian tak Terkejar

Selasa, 7 Agustus 2018 06:08
FOTO | Dok. www.syariahmandiri.co.id
Aset perbankan syariah terus menanjak. BSM yang sejak berdiri selalu pada posisi teratas dalam hal aset, kini semakin tak terkejar.

Aset perbankan syariah terus menanjak. BSM yang sejak berdiri selalu pada posisi teratas dalam hal aset, kini semakin tak terkejar.

Sharianews.com,  Jakarta, Sharianews- Aset perbankan syariah nasional terus tumbuh meskipun secara rata-rata kalah cepat dibanding perbankan konvensional. Beberapa tumbuh dengan cepat, tetapi tak sedikit yang bergerak lambat.

Saat ini dari 13 bank umum syariah yang beroperasi, BSM (Bank Syariah Mandiri) tetap yang teratas dalam akumulasi aset. Posisi per Maret 2018, berdasarkan data yang dilansir OJK (Otoritas Jasa Keuangan), BSM memiliki aset Rp 92,6 triliun. Posisi tersebut jauh meninggalkan Bank Muamalat diurutan kedua yang beraset Rp 57,8 triliun.

Sejak berdiri tahun 1999, aset BSM selalu berkejaran dengan Bank Muamalat. BSM memang masih selalu yang teratas, tetapi selisihnya tidak terlampau jauh dibanding Bank Muamalat. Namun sejak tiga-empat tahun terakhir Bank Muamalat dirundung kesulitan keuangan sehingga pertumbuhan asetnya sangat lambat, cenderung stagnan, bahkan pernah turun.

Melihat posisi saat ini, tampaknya aset BSM tidak akan terkejar oleh bank syariah pesaingnya. Jika likuiditas Bank Muamalat tidak segera pulih, BSM akan semakin jauh meninggalkannya. Bahkan dalam dua tahun mendatang aset BSM bisa dua kali lipat bank pertama murni syariah tersebut.

Dari daftar lima besar perbankan syariah, posisi pertama adalah BSM, disusul Bank Muamalat. Kemudian posisi ketiga diduduki BNI Syariah, berikutnya keempat BRI Syariah, dan kelima Bank Aceh (yang belum lama dikonversi dari bank konvensional.

Jika Bank Muamalat dalam dua tahun mendatang masih stagnan, tak menutup kemungkinan, BNI Syariah akan menyalip, karena pertumbuhan aset dalam setahun ini sangat cepat. Pada Maret 2017 aset BNI Syariah masih Rp 29,8 triliun, per Maret 2018 sudah Rp 38,5 triliun, atau naik 29 persen . Jika pertumbuhannya linier, maka pada Maret 2020 asetnya bisa mencapai Rp 64 triliun.

BRI Syariah juga mengalami pertumbuhan cukup besar yakni sekitar 21 persen, dari Rp 28,5 triliun pada Maret 2017 menjadi Rp 34,7 triliun pada Maret 2018. Bank Aceh yang berada diposisi kelima memiliki aset  Rp 21,3 triliun hanya naik Rp 1,4 triliun dibanding tahun sebelumnya.

Sayangnya pertumbuhan aset itu belum diimbangi perolehan laba yang signifikan. Pada triwulan pertama tahun ini, BSM mengkoleksi laba Rp 120 miliar, atau 0,12 persen dari aset. Bank Muamalat memperoleh laba Rp 16,6 miliar (0,02 persen dari aset), Bank BNI Syariah mendapatkan laba Rp 94,4 miliar (0,24 persen dari aset), Bank BRI Syariah dengan laba Rp 54,3 miliar (0,15 persen dari aset), dan Bank Aceh memperoleh laba Rp 99,3 miliar (0,4 persen dari aset).

 

 

Anif Punto Utomo