Jumat, 6 Desember 2019
09 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Keuangan / BRI Syariah Salurkan Pembiayaan Rp 25,6 Triliun
FOTO I Dok. dream.co.id
Penguatan tim bisnis dan monitoring berhasil meningkatkan pertumbuhan pembiayaan.

Sharianews.com, Jakarta ~ BRI Syariah mencatatkan pertumbuhan pembiayaan di triwulan 3. Hingga akhir September 2019 BRIsyariah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp25,6 triliun, tumbuh sebesar 6,46 persen QoQ atau 20,11 persen year on year (yoy). 

Direktur Bisnis Ritel BRIsyariah Fidri Arnaldy mengatakan penguatan tim bisnis dan monitoring berhasil meningkatkan pertumbuhan pembiayaan.

Pembiayaan di segmen non-komersil (konsumer, ritel dan mikro) menjadi kunci utama pertumbuhan pembiayaan berhasil tumbuh sebesar 12,05 persen QoQ, sehingga komposisi segmen non-komersil pada Triwulan III 2019 mencapai 61,72 persen.

Secara rinci pertumbuhan antar triwulan untuk segmen ritel dan kemitraan, konsumer dan mikro tumbuh sebesar 18,03 persen, 11,82 persen dan 6,86 persen pada kuartal 3 2019.

Ke depannya, fokus pembiayaan BRIsyariah utamanya adalah segmen ritel konsumer. UMKM pun juga tetap menjadi perhatian BRIS untuk mendorong usaha produktif Tanah Air. Atas usaha BRI Syariah menyalurkan pembiayaan kepada UMKM, BRI Syariah dianugerahi penghargaan sebagai Bank Syariah Terbaik Untuk Pembiayaan UMKM dari Republika.

Untuk memperluas pasar, perseroan memanfaatkan value chain dan trickle down business dari nasabah-nasabah komersial. Selain itu BRI Syariah terus memperluas kerja sama dengan pihak-pihak ketiga agar bisnisnya semakin kuat dan pasar produk semakin besar.

“Untuk memperluas pasar segmen ritel kami akan menyasar pada ekosistem halal serta komunitas Muslim. Sementara untuk segmen konsumer, produk andalan kami adalah pembiayaan perumahan, multiguna serta umrah dan halal tour,” jelas Fidri. 

Pada tahun 2019, KPR BRIsyariah dianugerahi penghargaan Peringkat I KPR Bank Umum Syariah Versi Infobank 8th Digital Brand Award 2019.

Digitalisasi proses pencairan pembiayaan menjadi salah satu strategi BRIsyariah untuk memperkuat bisnis mikro. Melalui aplikasi i-Kurma, pembiayaan mikro dapat cair dalam satu hari setelah nasabah melengkapi dokumen yang diperlukan.

Sementara di sisi Dana Pihak Ketiga, peningkatan dana murah melalui tabungan mencapai 5,71 persen QoQ. Rekomposisi Dana Pihak Ketiga ini berhasil menurunkan beban biaya dana dari 4,88 persen menjadi 4,83 persen di triwulan III 2019.

Jumlah penabung diyakini akan bertambah dengan adanya implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah di Aceh. Total jumlah nasabah BRI di Aceh mencapai lebih dari 2,8 juta. Sementara jaringan kerja induk yang tersebar di lima kota dan 14 kabupaten di Aceh terdiri dari 11 Kantor Cabang, 15 Kantor Cabang Pembantu, 141 Kantor Kas serta lebih dari sepuluh ribu Agen Brilink. 

“Dengan adanya penerapan qanun LKS ini maka kami mengajak masyarakat Aceh untuk memindahkan simpanan dan pinjaman kepada kami. Tentunya dalam hal ini kami bersinergi penuh dengan induk,” jelas Fidri. 

Sementara di luar implementasi qanun LKS, untuk meningkatkan jangkauan layanan kepada nasabah di seluruh pelosok negeri BRI Syariah mengoptimalkan lebih dari dua ribu jaringan kantor induk kami sebagai Kantor Layanan Syariah. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo

Tags: