Senin, 16 September 2019
17 Muḥarram 1441 H
Home / Keuangan / BPRS HIK Cibitung Terbaik Di Indonesia Versi Infobank Award
FOTO | Dok. sharianews.com
Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Harta Insan Karimah (HIK) Cibitung, mendapat peringkat nilai tertinggi pada Infobank Award 2017 dari lima BPRS di kategori kepemilikan aset di atas Rp 250 miliar,

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Harta Insan Karimah (HIK) Cibitung, mendapat peringkat nilai tertinggi pada Infobank Award 2017 dari lima BPRS di kategori kepemilikan aset di atas Rp 250 miliar. 

Sharianews.com, Jakarta. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Harta Insan Karimah (HIK) Cibitung mendapat rating tertinggi versi infobank. Puncaknya pada Infobank Award 2017, BPRS HIK Cibitung mendapat penghargaan BPRS terbaik di kelasnya.

Direktur Utama BPRS HIK Cibitung, Heriyakto Setyo Hartomo mengatakan peringkat yang dibuat Infobank itu meneliti industri BPRS di Indonesia. “Dikategorikan secara head to head-nya itu setara. Jadi diperbandingkan satu sama lain, antara Bank Umum Syariah (BUS), antara Unit Usaha Syariah (UUS) dengan UUS. Begitu juga antara BPRS,” jelas Hartomo, di Bekasi, Sabtu (10/8).

Hartomo menerangkan jumlah industri BPRS kurang lebih 165. Dari jumlah itu, dibuat lima kategori dari asetnya, pertama aset Rp 250 miliar ke atas, kedua Rp 100-250 miliar, ketiga sampai kelima di bawah dua kategori itu. BPRS HIK Cibitung masuk ke dalam kategor aset di atas Rp 250 miliar.

“Indikator atau kriteria sama antara yang satu dengan yang lainnya, dilihat dari kemampuan meraih laba, kualitas pembiayaan yang diberikan, Financing To Deposit Ratio (FDR), termasuk dari sisi efisensi dana yang disalurkan dan Capital Adequacy Ratio (CAR) juga,” papar Hartomo.

Tidah hanya itu, Hartomo menambahkan Return On Invesment (ROI), Return On Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Non Performing Financing (NPF) serta tingkat pertumbuhan, dengan menghitung jumlah aset sebelumnya dengan jumlah aset yang sekarang. “Pertumbuhannya berapa, termasuk jadi bom fighter-nya juga NPF, jika pertumbuhannya bagus, NPF-nya besar. Alhamdullilah BPRS HIK Cibitung memenuhi kreteria penilaian yang diharapkan,”imbuh Hartomo.

Hartomo menambahkan, penilaian yang dilakukan oleh Infobank juga menggunakan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membaca laporan bulanan sebagai salah satu instrumen untuk melihat tingkat dan nilai pertumbuhannya.

“Jadi penilaiannya dilakukan secara menyeluruh, sehingga jumlah aset yang besar, tidak otomatis bisa menang, karena harus memperhitungkan faktor lain, termasuk rasio-rasio besaran angka di sektor lain,”tambah Hartomo.

kemampuan perolehan laba BPRS HIK Cibitung

Hartomo menjelaskan, dari segi kemampuan perolehan laba, BPRS HIK Cibitung pada akhir tahun 2017, mampu membukukan laba di atas 100 persen. Tepatnya 110 persen. "Sedangkan untuk tahun ini, sampai dengan  Juli 2018, perolehan laba-annya, sudah di angka 117 persen,” kata Hartomo. 

Sementara nilai NPF selama tiga tahun terakhir, tidak pernah melampaui 2,5 persen. Dua tahun terakhir berada dikisaran angka 2,09 persen dan 2,08 persen. Bahkan pada Juli 2018, ini nilai NPF semakin baik di angka 1,89 persen.

"Berarti Kualitas aktiva produktif sebesar 98,81 persen. Kami berharap capaian ini akan terus terjaga hingga akhir tahun, bahkan semakin baik,"tururnya.

Pada penilaian rating BPRS 2017, yang dikeluarkan oleh Infobank per Desember 2016-2017 dalam kategori BPRS beraset Rp 250 miliar, BPRS HIK Cibitung mendapat nilai total 98,28 atau berada di rangking pertama dari 5 BPRS dengan besaran aset yang sama. 

Berada diurutan kedua adalah  BPRS HIK Parahyangan, dengan nilai total 96,56. Berada di posisi ketiga,  BPRS Dinar Ashri dengan nilai mencapai 95,51.

Sementara, berada di tempat keempat  dan kelima masing-masing adalah BPRS Bhakti Sumekar dengan jumlah nilai 87,79 dan  BPRS Al Salaam Amal Salman nilai totalnya 87,69.

Hartomo berharap kinerja positif BPR HIK Cibitung, di tahun-tahun mendatang bisa terus meningkat secara berkelanjutan. (*)

 

Reporter : Aldiansyah Nurrahman Editor : Ahmad Kholil