Kamis, 17 Oktober 2019
18 Ṣafar 1441 H
Home / Keuangan / BPRS HIK Cibitung Gelar Sunatan Massal
Direktur Operasi BPRS HIK Cibitung Edi Setijawan mengatakan, sunat atau khitan merupakan perintah dari Rasulullah saw.

Sharianews.com, Cibitung ~ Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Harta Insan Karimah Cibitung menyelenggarkan sunatan massal di Masjid Al-Huda, Bekasi, Sabtu (28/9).

Direktur Operasi BPRS HIK Cibitung Edi Setijawan mengatakan, sunat atau khitan merupakan perintah dari Rasulullah saw. Banyak sekali hikmah yang bisa ditemukan dalam kegiatan khitan tersebut.

“Namun yang lebih kita soroti di sini adalah kegiatan ini kami selenggarakan dalam rangka mensyukuri nikmat dari Allah atas pencapaian BPRS HIK Cibitung yang dalam perjalanannya berlimpah ruah karunia dari Allah diberikan kepada kami,” jelas Edi.

Selain itu, dalam perjalanannya juga BPRS HIK Cibitung mendapat petunjuk tuntunan dari Allah melalui Dewan Pengawas Syariah, Dewan Komisaris, juga dukungan yang tidak terhingga dari para pemegang saham, dan para nasabah. Baik nasabah pendanaan maupun nasabah pembiayaan.

BPRS HIK Cibitung sebenarnya hanya menargetkan 50 peserta sunatan massal. Namun yang mendaftar melebihi target, yakni sebanyak 57 peserta hanya dalam tempo dua minggu pendaftaran.

Peserta berasal dari berbagai daerah, di antaranya Ciracas, Pulau Gadung, dan Bekasi Kota,. Sunatan massal ini menggandeng Rumah Sunatan yang memang sudah profesional dalam melaksanakan sunatan massal.

Melalui kumpulan dana zakat, BPRS HIK Cibitung bisa menyelenggarakan kegiatan sunatan massal. Pada prinsipnya ini merupakan kegiatan yang diamanahkan kepada bank syariah, dan harus dikerjakan sebaik-baiknya sesuai dengan amanah.

“Mudah-mudahan proses khitan lancar, anak-anak yang dikhitan segera sembuh, dan lekas pulih kesehatannya. Menjadi anak yang saleh, berguna bagi keluraga, bangsa, negara dan agama,” harap Edi.

Ia mengungkapkan, BPRS HIK Cibitung selalu bersemangat untuk mengumpulkan zakat dari karyawan, nasabah, pemegang saham, dan juga stakeholder lainnya yang sudah diikhtiarkan disalurkan karena itu merupakan hak orang lain. (*)

 

 

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo