Senin, 16 September 2019
17 Muḥarram 1441 H
Home / Fokus / BPRS Disarankan Gandeng Jamkrindo untuk Dapatkan Safety Net
FOTO I Dok. grundelanbankcentury.com
Manfaat safety net lembaga keuangan penting untuk menghindari 100 persen own retention.

Sharianews.com, Bogor. Bank Syariah, termasuk Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) disarankan menggandeng Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) untuk menjaga pembiayaannya tetap baik. Perum Jamkrindo adalah perusahaan penjaminan kredit di Indonesia yang merupakan Badan Usaha Milik Negara.

Kepala Bagian Pengendalian Penjaminan Syariah, Jaminan Kredit Indonesia, Barlianta Jumhari Sigit mengatakan sederet manfaat bisa didapat BPRS jika menjalin kerjsama.

Dengan kerjasama ini akan mendapat manfaat safety net lembaga keuangan, menghindari 100 persen own retention.

Sigit mengungkapkan kenapa BUMN dan BPD berani mengeluarkan kredit sampai sekian puluh triliun. Hal itu lantaran resikonya tidak 100 persen, dimitigasi.

Selain menggunakan jaminan, juga menggunakan penjaminan yang diberikan Perum Jamkrindo.

“Jadi tidak semua pembiayaan itu resikonya harus ditanggung sendiri sebagian dialihkan,” jelas Sigit, di Bogor saat menjadi pemateri Rapat Kerja (Raker) BPRS Harta Insan Karimah (HIK) Group, Jumat (9/11/2018).

Kemudian difasilitasi dengan second opinion, dengan pengalaman Perum Jamkrindo selama 45 tahun di penjaminan, dapat memberikan masukan-masukan atau saran, bisa dari pengembangan produk, strategi lending.

Selain itu, bisa memberikan masukan mengenai nasabah, berbahaya atau tidak. Dapat pula untuk menilai bisnis di sektor mana yang aman. “Karena database kami di seluruh Indonesia baik bank BUMN dan BUMD, bisa membantu second opinion,” ujar Sigit.

Selain itu, kerjasama tersebut bisa menghasilkan transaksi yang tidak bankable menjadi banktable. Bila ada nasabah yang ingin meminjam, butuh pembiayaan hingga Rp 100 juta, jaminannya hanya sepeda motor, itu hampir mustahil. Tapi, dengan bantuan Perum Jamkrindo yang menerbitkan setrifikat penjaminan, awalnya tidak layak untuk dibiayai secara jaminan menjadi layak.

Risk premium juga berkurang dengan kerjasama ini, sehingga lending margin dapat lebih kompetitif, karena 80 persennya resikonya dialihkan. Risk premium bisa turun sehingga biaya lending bisa ditekan.

Kemudian, pengurangan bobot ATMR sampai dengan 20 persen, Otoritas Jasa Keuangan mengatur apabila pembiayaan tersebut diatur oleh perusahaan milik negara, resiko yang dilaporkan cukup 20 persen. Kalau resiko yang dilaporkan rendah maka Capital Adequacy Ratio (CAR) otomatis naik.

Selanjutnya,  fee based income (FBI) dan penempatan dana, dalam kerjasama ini ada FBI untuk bank pendapatan FBI. 

Total yang sudah menjalin kerjasama dengan Perum Jamkrindo adalah empat Bank BUMN, 23 BPD, 12 bank swasta, dan 25 dari bank syariah dan multifinance syariah. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo