Senin, 17 Juni 2019
14 Shawwal 1440 H
Home / Haji umrah / BPKH: Faktor Biaya Haji Tergantung Pilihan Kebijakan
FOTO I Dok. worldbulletin.net
Anggito Abimanyu menjelaskan faktor tersebut tergantung dari pilihan kebijakan.

Sharianews.com, Jakarta ~ Pemerintah menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini sebesar Rp35.235.605 dan biaya haji tahun 2019 ini sama dengan biaya haji tahun lalu, bahkan merupakan biaya haji termurah di Asia Tenggara.

Sebetulnya apa saja yang menjadi faktor dalam kenaikan Biaya Haji, Ketua Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu menjelaskan faktor tersebut tergantung dari pilihan kebijakan.

"Biaya haji itu tergantung dengan beberapa faktor, faktor pertama itu ialah kebijakan," jelas Anggito seperti dikutip di detik 20, blak-blakan investasi haji di Arab Saudi, Sabtu (1/6)

Anggito menuturkan, sebagai contoh bisa dilihat dari hotel terlebih dahulu, misal di Arab Saudi itu saja range hotel bisa 10 ribu real per satu musim, tetapi ada juga yang harganya 2000 real.

"Jadi itu kan soal pilihan kebijakan, kalau mau lokasi tujuh km dari Masjidil Haram ya murah, tapi kalau lokasinya dekat ya mahal," sambung Anggito.

Anggito kembali mencotohkan, tidak hanya di bidang perhotelan tetapi juga pada sektor transportasi atau bus, menurutnya bus sekolah pun ada, akan tetapi kalau ingin yang bagus, bangku yang bisa dibuat tidur (reclining) itu ada juga dan pilihan.

Lebih lanjut Anggito menjelaskan, begitu pun dengan makanan jemaah haji, makanan yang harganya 30 real per jemaah ada, dan yang 10 ribu per jemaah pun juga ada.

"Jadi ini soal pilihan kebijakan, nah, kebijakan itu diambil oleh Kementerian Agama," ujarnya.

Ketika ditanyakan apakah memungkinkan apabila hotel dekat, servis bagus, harga murah, Anggito menjawab tentunya semuanya ada hukumnya.

"Kalau hotel dekat pelayanan bagus, harga tentu mahal, contohnya sekarang makan itu tidak boleh diluar jadi harua di-supply supaya sehat, halal (tayib), jadi itu kan cenderung lebih mahal, kemudian di Madinah itu sekarang kebijakannya mengarah kepada satu musim blocktime, ini pilihan-pilihan yang harus diambil sebetulnya," ucap Anggito lagi.

Menurut Anggito, inflasi di Arab saudi hanya 1-2 persen saja, tetapi pilihan tersebut yang menentukan harga naik atau harga turun. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo